Anak di Bawah Umur Dijadikan PSK, Mucikari Villa No 9 Diringkus Polres Karimun

Ilustrasi Anak di bawah umur

Karimun, PRi.Com – Perdagangan Anak di bawah umur kerap kali terjadi di Tanjung Balai Karimun (Kepulauan Riau), namun kali ini Mucikari bernama Muliaman alias Pendek tidak dapat berkutik setelah diringkus Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Karimun Noveember 2019, Sekitar pukul 14.00 Wib.

Dalam gelar Konfrensi pers Senin kemarin AKP Herie Pramono menjelaskan kronologi penangkapan pelaku yang mempekerjakan anak di bawah umur.

Dia membeberkan bahwa pada hari Sabtu tgl. 2 November, sekitar pukul 14.00 Wib Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) dan Opsnal Satreskrim Polres Karimun melakukan pengecekan ke Villa Garden No.9.

“Dan di sini ditemukan seorang anak yang masih di bawah umur bernama AR usianya diperkirakan 16 tahun yang dipekerjakan sebagai PSK sejak bulan Agustus 2019 sampai saat ini,“ pungkas AKP Herie.

Pihak Kepolisian ketika ituberhasil mengamankan barang bukti berupa dua buah buku tamu bokingan, 30 bungkus kondom merk Sutra,, dan uang sejumlah Rp. 1.000.000.

Muliaman alias pendek untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, akan dikenakan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan dijerat pasal 2 UU 21/ 2007 tentang tindak pidana Perdagangan orang Jo pasal 761 UU 35/2014 Tentang Perlindungan Anak.

“Penyidik Unit PPA Satres Polres Karimun melakukan penyidikan terhadap Mualiman alias Pendek sesuai pasal 2 UU 21/2007 Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo Pasal 71 UU 35/2014 Tentang Perlindungan Anak,” ujar Herie.

Muliaman alias Pendek berhasil diringkus Jajaran Satuan Satreskrim Polres Karimun.

Ketika diintrogasi pihak Kepolisian, Pendek mengakui melakukan pemotongan bagian hingga 50 persen dari setiap transaksi bokingan AR.

Harga bokingan mencapai Rp 1 Juta rupiah sekali boking, dan sistemnya bagi hasil sebesar 50 persen setiap ada bokingan, hal ini diakui Pendek selaku Mucikari.

Diperoleh informasi di lapangan Vila Garden di Kawasan Kapling Kecamatan Tebing, sudah selalu dikeluhkan masyarakat karena lokasinya berdekatan dengan perumahan masyarakat, sehingga masyarakat menjadi risih dengan keberadaan lokalisasi tersebut. Apalagi berdekatan juga dengan Masjid.

Untuk itu, masyarakat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Karimun, khususnya Bupati Karimun, untuk menutup lokalisasi Villa Garden yang meresahkan masyarakat.

“Karimun adalah Bumi Berazam, semoga lokalisasi tersebut dihancur leburkan karena juga dapat merusak generasi muda yang coba coba melirik lokalisasi ini,” harap warga. (Yuliana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: