
Labura, PRi.Com – Kisah pemulihan luar biasa dialami Warsiyah Binti Sudarwaji, 46 tahun, warga Sukasari, Labuhanbatu Utara. Alhamdulillah, atas kuasa Allah, setelah dua bulan menjalani terapi tradisional, kondisi pasien stroke, diabetes, dan saraf kejepit pinggang itu menunjukkan perkembangan signifikan.
Warsiyah mulai menjalani Terapi Tradisional Al Hikmah Laduni di Pinggir Jati, Labura, sejak dua bulan lalu dua lalu. Sebelumnya, ia hanya bisa terbaring lunglai di kasur, tidak mampu bergerak bebas, dan kehilangan kemampuan bicara akibat gangguan saraf pita suara.
Terbaring ke Berdiri dengan Bantuan
Kondisi Warsiyah saat pertama datang terbilang berat. Ia menderita diabetes, saraf kejepit di pinggang, serta gangguan saraf yang menyebabkan stroke dan hilangnya suara. Aktivitas sehari-hari sepenuhnya bergantung pada bantuan keluarga.
Namun setelah rutin menjalani terapi selama dua bulan di bawah bimbingan Pak Man, Tabib Al Hikmah Laduni, perubahan mulai terlihat pada Sabtu, 16 Mei 2026,
Warsiyah sudah bisa duduk sendiri, mengangkat tangan dan kaki, bergerak lebih bebas, serta berbicara dan tertawa seperti sedia kala. Kini ia bahkan sudah bisa berjalan dengan dipapah.
“Alhamdulillah, perkembangan ini sangat berarti. Dari tidak bisa apa-apa, sekarang sudah bisa berkomunikasi dan mulai berjalan lagi,” ujar Pak Man kepada PRESTASIREFORMASI.Com (PRi.Com) saat ditemui di Rumah Terapi Al Hikmah Laduni, Pinggir Jati, Labura.
Harapan bagi Pasien Serupa
Kisah pemulihan Warsiyah menjadi angin segar bagi warga Labura dan sekitarnya yang menghadapi masalah stroke, saraf kejepit, dan gangguan saraf lainnya. Banyak keluarga pasien kini datang untuk berkonsultasi dan menjalani terapi di tempat yang sama.
Meski hasilnya menggembirakan, pihak keluarga dan terapis mengingatkan bahwa proses pemulihan setiap pasien berbeda. Ketekunan, dukungan keluarga, dan izin Allah menjadi faktor utama dalam proses kesembuhan.
Kisah ini menambah daftar panjang testimoni positif tentang peran terapi tradisional Al Hikmah Laduni dalam membantu rehabilitasi pasien di Labuhanbatu Utara. h/r.nasti






