Akhirnya, PN TBK Vonis Billi Dkk hanya 2 Bulan 10 Hari Penjara

Billi Bravomac dituntut 2 bulan 10 hari (kiri). JPU Herlambang SH menuntut 3 bulan penjara (kanan).

Karimun, PRi.Com – Akhirnya, Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Balai Karimun (TBK) Kepulauan Riau (Kepri ) yang diketuai Joko Dwi Atmoko SH, memvonis Billy Bravomac dan kawan – kawannya yakni Vincen, Michael, serta Agustino dengan hukuman penjara 2 bulan 10 hari potong masa tahanan dan dikenakan denda Rp. 5000 rupiah.

Putusan vonis itu disampaikan Hakim Ketua dalam Amar Putusan yang dibacakan di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun, Selasa (12 /11/2019).

Atas Amar Putusan yang dijatuhkan Hakim Ketua Joko Dwi Atmoko SH para terdakwa menerima, dan mengakui perbuatannya, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi, keempat terdakwa dipersidangan berlaku sopan dan menyesali perbuatannya.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU ) Herlambang SH, menuntut Terdakwa 3 bulan penjara potong masa dalam tahanan dan dikenakan denda sebesar Rp. 5000 rupiah , karena terbukti dengan sah melakukan tindak pidana penganiayaan.

Para terdakwa menganiaya Tri Syahputra (16 Thn ), hal ini dikuatkan dengan KUHP pasal 351 ayat 1 junto pasal 55 Ayat 1, para terdakwa terbukti secara hukum telah melakukan penganiayaan sehingga korbannya Tri Syahputra mengalami memar di bagian perut sesuai Visum et Refertum yang dikeluarkan Rumah Sakit H. Moh. Sani Jl Poros Tanjung Balai Karimun.

Pengunjung di ruang sidang berteriak merasa keberata hukuman billi hanya 2 bulan 10 hari di penjara (kiri). Acai Lim sesepuh wargga Tionghoa (kanan).

Ruang sidang yang penuh dikunjungi warga pihak korban , merasa keberatan atas putusan yang dijatuhkan Hakim kepada para terdakwa alasannya terlalu ringan karena.

“Menganiaya sampai mengakibatkan memar di bahagian perut korban kenapa Hakim hanya memvonis 2 bulan saja , “ kata para pengunjung geram dan berteriak – teriak di ruang sidang.

Dalam rangkaian sidang penganiayaan terlihat Acai Liem (60 th) selalu hadir dalam mengikuti gelar sidang penganiayaan di Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun,.

Acai Liem adalah sesepuh Tionghoa warga Meral Ketika dikonfirmasi kepada Sesepuh Tionghoa Meral Acai, Dia merasa keberatan atas Putusan yang dijatuhkan Hakim kok hanya 2 bulan sepuluh hari, Namun Acai tak mau berkomentar banyak, hanya yang dia sesalkan Terbukti menganiaya namun hukumannya terlalu ringan. (Yuliana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: