Acara strategis ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Drs. Henry M.M. Sitompul, M.Si, para Asisten Sekda dan staf ahli Bupati, para pimpinan Perangkat Daerah, Direktur Perseroda Pertanian, serta jajaran pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.‎‎

Dalam arahannya, Wakil Bupati Dr. Deni Lumbantoruan menegaskan kepada seluruh jajaran bahwa setiap perangkat daerah wajib berada dalam satu frekuensi kerja yang sama dalam menerjemahkan makna “Perubahan” yang kerap ditekankan oleh Bupati Tapanuli Utara.‎‎

“Bapak Bupati selalu menekankan perubahan pola kerja. Dengan kondisi keterbatasan ruang fiskal anggaran saat ini, kita dituntut kreatif. Jika biasanya anggaran seratus hanya bisa mendanai sepuluh kegiatan, maka lewat skema kolaborasi aktif dengan partisipasi masyarakat, nilai anggaran yang sama harus mampu menyelesaikan dua puluh pekerjaan. Inilah substansi perubahan yang kita cari,” tegas Wakil Bupati.

‎‎Lebih lanjut, Wakil Bupati menjabarkan target makro daerah di mana Pemkab Taput berkomitmen menaikkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah dari angka Rp5 Triliun menjadi Rp7,5 Triliun pada tahun 2029. Untuk mengejar target tersebut, sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan harus digenjot melalui strategi ekstensifikasi, seperti pembukaan lahan baru dengan target seribu hektare tahun ini, penguatan UMKM, serta pemanfaatan lahan tidur.‎‎

Menariknya, Wakil Bupati juga menantang para kepala OPD untuk tidak gagap teknologi dan mulai memanfaatkan kemajuan teknologi kecerdasan buatan sebagai instrumen referensi sekunder dalam merumuskan alternatif program kerja yang solutif, efisien, dan rendah biaya.‎‎

“Gunakan alat-alat teknologi informasi yang ada sebagai bahan referensi ilmiah untuk menjawab tantangan sembilan misi pembangunan kita. Saya minta seluruh OPD saling terintegrasi. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perseroda Pertanian harus satu frekuensi mengurus hulu ke hilir. Jangan bekerja sendiri-sendiri, buka ruang diskusi lintas bidang demi memajukan ekonomi rakyat yang inklusif dan berdaya saing,” pungkas Wakil Bupati.‎‎

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Tapanuli Utara, Kristina Nahampun dalam laporan pelaksanaannya menyampaikan bahwa forum ini merupakan instruksi langsung pimpinan daerah guna membedah dan mempertajam program kerja setiap OPD. Agenda hari pertama diawali dengan paparan aplikasi Dashboard Pimpinan berupa sistem pelaporan fisik secara berkala sebagai instrumen monitoring capaian bulanan. Selanjutnya, pemaparan berfokus pada 11 OPD kluster pertama yang bersentuhan langsung dengan visi misi inti kemasyarakatan, mulai dari sektor pertanian, infrastruktur, kesehatan, hingga pendidikan, dan akan dilanjutkan bagi OPD pelayanan publik lainnya pada hari kedua. (Jul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *