Dugaan ada Warga Sitinjo Status ODP di Kecamatan Sitinjo adalah Hoaks

Dairi, PRESTASIREFORMASI.Com – Tingkat keresahan di Kecamatan Sitinjo yang baru baru ini merebak terkait adanya kedatangan pengunjung dari Miami, Malasya dan Bandung disebut sebagai penyandang status ODP Corona (Covid-19) yang viral dikalangan masyarakat sitinjo dibantah oleh Camat berdasarkan data yang ada dari ketua Gugus tugas penanggulangan Covid-19.

Camat Sitinjo Nelfita Tanjung MAP saat di konfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (31/03/2020), membantah dengan tegas bahwa sepanjang penanggulangan yang sudah dilakukan di Kecamatan Sitinjo bekerja sama dengan forkopimca Sitinjo telah melakukan penyemprotan ke desa desa yg ada di kecamatan sitinjo dan melakukan proses pemeriksaan pd terduga ODP yang dikabarkan di daerah Sitinjo.

“Sepanjang penanggulangan yang sudah dilakukan di Kecamatan Sitinjo bekerja sama dengan forkopimca Sitinjo telah melakukan penyemprotan ke desa desa yg ada di kecamatan sitinjo dan melakukan proses pemeriksaan pd terduga ODP yang dikabarkan di daerah Sitinjo,” kata Nelfita.

Setelah pengukuran suhutubuh di posisi 38°C lebih merupakan penyandang status Orang Tanpa Ganguan (OTG) artinya memang mengalami suhu badan yang tinggi namun setelah pemeriksaan kesehatan yang sudah dilakukan tim medis dianya merupakan demam biasa,” urainya pada Media Online Prestasi Reformasi.Com.

“Sampai saat ini posisi data di Kecamatan Sitinjo tidak benar dengan berita miring yang beredar baru baru ini,adapun data OTG di kecamatan sitinjo sebanyak 19 orang dan itu sudah melalui proses obserpasi selama 14 hari, dan tidak ada gejala yg mencurigakan dan saat ini sudah dinyatakan sehat,” terangnya.

Dilanjutkannya kemungkinan tim relawan akan melakukan penyemprotan di daerah perbatasan kecamatan sitinjo untuk penyemprotan keluar masuk kendaraan dan sudah membuat posko di sitinjo, anggota tim relawan yg di mita dari setiap satu desa satu orang lengkap dengan pasilitas APD yg sudah di siapkan di kecamatan.

Terkait bantuan ke masyarakat kurang mampu sampai saat ini belum ada di terima oleh kecamatan, mengenai stok pangan juga di kecamatan masih mencukupi untuk batas maksimal penanggulangan corona, mudah mudahan kasus corona dapat selesai ditangani dan diminta pada masyarakat agar tidak menyebar berita Hoax yang dapat menambah keresahan di tengah masyarakat,” pungkasnya mengahiri. (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: