
Bungo, PRESTASIREFORMASI.Com – Pemerintah Kabupaten Bungo secara resmi meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bungo Dani, dengan SMK Negeri 6 Muara Bungo sebagai lokasi perdana, Selasa (19/5). Acara yang dihadiri oleh Bupati Bungo H. Dedi Putra, S.H., M.Kn, unsur Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI-Polri, serta berbagai pemangku kepentingan ini menandai komitmen serius daerah dalam meningkatkan kualitas generasi muda melalui pemenuhan gizi seimbang.
Dalam sambutannya, Bupati Dedi Putra menekankan bahwa program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan amanah negara untuk mencetak sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Hari ini kita melaksanakan launching Program Makan Bergizi Gratis. Alhamdulillah, antusiasme anak-anak sangat tinggi menerima makanan yang disiapkan oleh negara. Tujuan utamanya jelas: agar anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki asupan gizi yang cukup,” ujar Dedi Putra di hadapan ratusan siswa dan tamu undangan, Selasa (19/5/2026).
Pada tahap awal implementasi di Kecamatan Bungo Dani, lebih dari 400 siswa SMK Negeri 6 Bungo langsung merasakan manfaat program ini. Bupati menargetkan cakupan penerima manfaat akan terus diperluas hingga mencapai sekitar 3.000 siswa di berbagai sekolah within kecamatan tersebut dalam waktu dekat.
Kualitas Gizi dan Higienitas Menjadi Prioritas
Menyadari pentingnya keamanan pangan, Bupati Dedi Putra memberikan penekanan khusus terhadap aspek higienitas dan kandungan gizi dalam setiap porsi makanan yang disajikan. Ia mengingatkan seluruh pihak terlibat, termasuk penyedia jasa boga dan pengawas lapangan, untuk tidak menganggap remeh kualitas makanan.

“Kita harus menjaga higienitas dan kandungan gizi makanan. Jangan sampai kualitas menurun, karena tujuan program ini adalah mencetak generasi yang sehat dan cerdas. Ini bukan soal mencari keuntungan, tapi tanggung jawab negara,” tegasnya.
Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Lokal
Lebih dari sekadar program kesehatan, MBG di Kabupaten Bungo juga dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal. Pemerintah Kabupaten Bungo berkomitmen untuk mengintegrasikan rantai pasok bahan baku—seperti ayam, ikan, sayur-mayur, dan kebutuhan dapur lainnya—dengan petani, peternak, serta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah setempat.
“Kita ingin petani dan pelaku usaha lokal ikut merasakan manfaat program ini. Dengan demikian, MBG bukan hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” tambah Dedi Putra.
Strategi ini diharapkan menciptakan siklus ekonomi positif di mana uang yang dikeluarkan untuk program makan siang kembali ke kantong masyarakat lokal, sehingga memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan warga.
Pelaksanaan Teknis dan Respons Sekolah
Kepala SMK Negeri 6 Muara Bungo, SPPG Ghasim, melaporkan bahwa kegiatan launching berjalan lancar meskipun terdapat sejumlah kendala teknis minor yang tidak mengganggu substansi acara. Ia mengungkapkan bahwa distribusi makanan bergizi sebenarnya telah berlangsung selama empat hari prior to acara peresmian, namun launching hari ini berfungsi sebagai tanda resmi dimulainya program di Dusun Talang Pantai, Kecamatan Bungo Dani.
“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan sukses. Setelah launching, makanan bergizi gratis langsung dibagikan kepada lebih dari 400 siswa. Kami siap mendukung penuh kelancaran program ini demi kebaikan peserta didik,” ujar Ghasim.
Keberhasilan awal di SMK Negeri 6 Bungo menjadi tolak ukur penting bagi ekspansi program MBG di wilayah lain di Kabupaten Bungo. Dengan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, TNI-Polri, dunia pendidikan, dan masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi katalisator menuju visi “Bungo Baru” yang berkeadilan, amanah, dan unggul, serta berkontribusi signifikan dalam penurunan angka stunting dan peningkatan indeks pembangunan manusia di daerah tersebut. (hen)






