illustrasi invasi Baghdad di bawah pimpinan Hulagu Khan

Firman Allah SWT :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya :
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.(QS Ibrahim 14:7)

Sesungguhnya bersyukur kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala merupakan pokok ibadah. Bersyukur kepada-Nya merupakan kewajiban yang harus dilakukan setiap hamba. Karena semua nikmat yang dirasakan manusia, apakah yang tampak ataupun yang tersembunyi, adalah anugrah Allâh Subhanahu wa Ta’ala.

Namun Allah SWT juga dengan tegas mengingatkan kepada hamba-Nya apabila kamu mengingkari segala nikmat Allah maka sesungguhnya azab-Nya sangat pedih.

Allâh SWT memberikan berbagai kebaikan dan menjauhkan segala bentuk kejahatan dan keburukan bagi hamba yang bersyukur. Karena itu, seorang hamba harus bersungguh-sungguh bersyukur kepada-Nya.

Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ

Artinya :
Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allâh, kemudian apabila kamu ditimpa kesengsaraan, maka kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan.”(QS An-Nahl 16:53)

Sesungguhnya sejarah mencatat peristiwa pengepungan kota Baghdad pada tahun 1258. Pengepungan, dan penghancuran kota Baghdad ini dilakukan oleh pasukan Ilkhanate Mongol bersama pasukan sekutu-sekutunya.

Mereka invasi Baghdad di bawah pimpinan Hulagu Khan. Pada saat itu Ibu kota Kekhalifahan Abbasiyah merupakan ibu kota Irak modern.

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آَمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

Artinya :
“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat” (QS. An Nahl: 112).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan bertutur, pendiri Dinasti Mongol, cucu Jenghis Khan, Hulagu Khan, menaklukkan lalu membumihanguskan kota Baghdad. Peristiwa invasi tersebut jatuh korban lebih dari 200 ribu orang dibunuh saat itu, Sumber lain yang mengatakan 400 ribu orang dibunuh, Baghdad banjir darah.

Masjid-masjid di Baghdad yang indah dan bersejarah, juga istana-istana, perpustakaan-perpustakaan, dibumihanguskan oleh tentara Hulagu Khan.

Hulagu Khan yang membangun markas besarnya di luar kota Baghdad ini kemudian mengirim suatu pengumuman, bahwasanya dirinya ingin bertemu dengan ulama terbesar di daerah itu. Tidak satupun ulama yang berani bertemu dengannya.

Pada akhirnya, seseorang bernama Kadihan, seorang guru madrasah yang sangat muda bahkan belum berjanggut, berani bertemu Hulagu Khan.

Dia datang menuju markas besar Hulagu Khan sambil membawa seekor onta, seekor kambing dan seekor ayam jago bersamanya.

Diapun sampai di markas Hulagu. Hulagu langsung menatap pemuda itu dari ujung rambut hingga ujung kaki, lalu bertanya kepada si pemuda, “selama ini apakah mereka hanya menemukan orang sepertimu untuk menghadapku?” Hulagu bertanya kepada si pemuda

Kadihan pun menjawab: “Jika kamu ingin bertemu dengan yang besar, di luar ada seekor Onta, jika kamu ingin yang berjenggot diluar ada kambing, jika kamu ingin yang suaranya lantang, di luar ada seekor ayam jago, kau bisa panggil sesuka hatimu”.

Setelah Hulagu paham bahwa yang dihadapannya bukanlah sembarang orang, maka dia berkata, “beritahu padaku, apakah sebab yang mampu mendatangkan aku ke sini?”

Sang pemuda pun memberikan jawaban yang sangat menyentuh, “Yang mendatangkanmu kemari adalah amal-amal kami. Kami lalai dari nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada kami. Kami jatuh ke dalam jurang kesenangan dan berfoya-foya. Kami sibuk mengejar jabatan, pangkat dan kekayaan dunia. Maka Allah mendatangkan kalian untuk mengambil nikmat-nikmatnya kembali.”

Hulagu pun memberikan pertanyaan kedua: ”Kalau begitu siapa yang bisa mengusirku dari sini?” Kadihan pun menjawab: “Jika kami menyadari akan diri kami. Jika kami mensyukuri segala nikmat Allah yang diberikan kepada kami. Jika kami berhenti bertikai satu dengan yang lain, maka pada saat itulah kau tidak akan bisa bertahan di tanah ini.

Sesungguhnya lalai dari nikmat-nikmat yang telah Allah berikan, jatuh ke dalam jurang kemaksiatan, hidup berfoya-foya, sibuk mengejar dunia, maka di saat itulah Allah menurunkan azab-Nya.

Firman Allah SWT :

وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا
تَدْمِيرًا

Artinya :
Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (QS Al-Isra 17:16)

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa hancurnya suatu negeri disebabkan karena hidup bermewah-mewahan serta melakukan kedurhakaan.

Menurut Sayyid Quthb orang yang hidup mewah terkesan bermalas-malasan dan foya-foya dalam menjalani kehidupannya, jiwanya terkesan selalu ingin menguasai padahal sebenarnya rapuh dan menyebabkan penyimpangan-penyimpangan.

Allah SWT berfirman:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ.

Artinya:
Karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku niscaya Aku ingat juga kepada kalian. Dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kalian mengingkari-Ku.” (QS Al Baqarah 2: 152)

Firman Allah SWT :

وَءَاتَىٰكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Artinya :
Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (QS Ibrahim 14:34)

Sesungguhnya sejarah ini menjadi i’tibar untuk kita, semoga Allâh SWT menjadikan kita hamba yang tergolong banyak bersyukur kepada-Nya. ((h/Tauhid Ichyar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *