Kapolres Karimun Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan, SIK pada saat gelar konferensi Pers, Kamis (/7/01/2021), pengungkapan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang diduga dilakukan oknum Guru Pesantren. (Foto: Kabag Humas Polres Karimun)

Karimun, PRESTASIREFORMASI.Com – Seorang oknum guru honorer di salah Pondok Pesantren (Ponpes) Kecamatan Moro, kabupaten Karimun menganiaya muridnya yang tak hapal Al Quran menggunakan kabel listrik, hingga menyebabkan trauma.

Tindak kekerasan itu disampaikan Kapolres Karimun Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan, SIK pada saat gelar konferensi Pers, Kamis (/7/01/2021), pengungkapan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang dilakukan seorang oknum guru honorer di salah satu Ponpes di Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun Provinsi Kepri yang terjadi bulan desember tahun 2020 lalu.

Kegiatan Konferensi Pers turut didampingi Kasat Reskrim, Kapolsek Moro dan Paur Humas Polres Karimun Polda Kepri.

Terungkapnya kasus tindak kekerasan terhadap anak di wilayah hukum Polres Karimun Polda Kepri itu, berkat adanya informasi melalui media sosial, dan kemudian dilakukan penyilidikan sehingga didapatkan fakta kasus kekerasan tersebut terjadi di Pulau Moro yang dilakukan pelaku berinisial Z alias AA yang berhasil diamankan Polres Karimun dan jajarannya.

“Korban berinisial IK (15 Tahun) adalah anak didiknya di salah satu pesantren yang ada di Pulau Moro, pelaku melakukan kekerasan terhadap anak didiknya karena tidak dapat menghafal tugas satu Juz Al-Quran dengan lancar yang diberikan pelaku,” kata AKBP Muhammad Adenan, SIK.

Illustrasi penganiayaan guru Ponpes gunakan kabel listrik terhadap seorang anak didik. (Illustrasi: hps)

“Pelaku merasa kesal karena anak didiknya tidak bisa menghafalkan al-Quran, lalu mencambuk korban dengan menggunakan potongan kabel listrik sepanjang 150 CM sebanyak 10 kali ke tubuh korban, bahkan mengenai leher korban,” ujarnya.

“Akibat Cambukan tersebut korban mengalami luka di sekujur tubuh yang cukup parah dan cambukan tersebut mengenai leher korban, korban sampai saat ini masih dalam kondisi trauma,” ungkap Kapolres Karimun ini.

Dia menerangkan, barang bukti berhasil diamankan dari kejadian tersebut berupa satu utas potongan kabel listrik yang digunakan pelaku dan sehelai baju korban.

Kapolres Karimun Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan, SIK menegaskan, pelaku dikenakan pasal yang disangkakan Pasal 80 Ayat (1) Ayat (2) UU RI Nomor : 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 100 juta. (Yuliana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *