Waka Polresta Deli Serdang AKBP Julianto P Sirait, SH, SIK bersama para tersangka, menjelaskan latar belakang kematian TP akibat dikeroyok tahanan lainnya melalui Press Realese di halaman depan Sat Reskrim Polresta Deli Serdang, Selasa (22/12/20) Sekira Pukul 16.00 Wib.

Deli Serdang, PRESTASIREFORMASI.Com – Seorang Pria tahanan Polsek Lubuk Pakam Polresta Deli Serdang berinisial TP (31), tewas dikeroyok tahanan lain di Mapolsek Lubuk Pakam.

Hal tersebut dijelaskan Waka Polresta Deli Serdang AKBP Julianto P Sirait, SH, SIK melalui Press Realese di halaman depan Sat Reskrim Polresta Deli Serdang, Selasa (22/12/20) Sekira Pukul 16.00 Wib.

Para pelaku pengeroyokan dijadikan tersangka berinisial DH (37), MSAS (24), MHS (35), IS (23), APS (35), S (50), DI (22), JJS (42), DASN (27), MB (35) adalah warga kabupaten Deli Serdang. Sedangkan RSS (34) Warga Kota Madya Medan serta S (23) Warga Kabupaten Serdang Bedagai.

Pengeroyokan pertama berlatar dendam

Berawal dari dendam tersangka DH terhadap korban warga Jalan Bakaran Batu Gang Bunga Desa Bakaran Batu Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang itu.

Sepeda motor mertua DH digelapkan korban sehingga keduanya bertemu di sel tahanan Mapolsek Lubuk Pakam. Di sel tersebut tersangka DH bersama-sama dengan tahanan lain memukuli korban pada hari Sabtu, (19 Desember 2020) Sekira Pukul 13.30 Wib, mengakibatkan korban mengalami luka di bibir bawah dan luka lebam pada mata di sebelah kanan.

Petugas Jaga Aipda Karlos Hutabarat yang mengetahui hal tersebut langsung membawa korban berobat ke klinik Pratama Polresta Deli Serdang.

PT ATNetwork (Airpaz) adalah pakar perjalanan Indonesia yang didirikan pada tahun 2011.

Pengeroyokan kedua, karena Korban Ganggu Tahanan Wanita

Setelah dibawa berobat, korban dibawa ke ruangan tahanan kembali. Lalu pada hari Minggu (20 Desember 2020), sekira Pukul 16.30 wib, korban menggoda tahanan wanita, mengakibatkan cekcok sesama tahanan lainnya, sehingga korban dianiaya kembali oleh tahanan lain hingga mengeluarkan darah dari mulut, hidung dan telinga korban.

Personil Piket Jaga yang mendengar keributan di dalam sel tahanan langsung mencek sel dan melihat korban dalam keadaan terlentang di lantai. Kemudian petugas piket langsung membawa korban ke RSUD Deli Serdang.

Sekira Pukul 19.50 Wib di RSUD Deli Serdang, korban dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan guna dilakukan Otopsi.

Dari hasil otopsi tersebut, Waka Polresta Deli Serdang AKBP Julianto P Sirait, SH, SIK, mengungkapkan adanya retakan dasar tulang tengkorak di kepala, robek pengantung usus serta dijumpai resapan darah di saluran cerna.

“para tersangka dikenai pasal 338, subs pasal 17 ayat 3 jo pasal 351 ayat 3 dari KUHP dengan hukuman paling lama penjara 15 tahun,“ tandas Waka Polresta. (h/Misnan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *