
Samosir, PRi.com
Asap memang telah padam, namun duka masih terasa pekat di Desa Dosroha, Kecamatan Simanindo. Di lokasi rumah-rumah yang hangus dilalap api, Pemerintah Kabupaten Samosir hadir membawa bantuan, penghiburan, sekaligus pesan bahwa warga yang tertimpa musibah tidak dibiarkan menghadapi cobaan sendirian.
Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk turun langsung menemui korban kebakaran, Rabu (6/5). Di tengah puing bangunan yang tersisa, Ariston menyerahkan bantuan tunai, sembako, serta material bangunan kepada tiga keluarga terdampak, yakni keluarga Karmidin Manik, Lince Sinaga, dan Veran Manihuruk.
Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Samosir itu tidak sekadar seremoni penyerahan bantuan. Pemerintah ingin memastikan bahwa di balik musibah yang menghancurkan tempat tinggal warga, masih ada perhatian dan keberpihakan yang nyata dari negara kepada masyarakat kecil.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut para Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, pimpinan OPD lainnya, Ketua TP PKK Kabupaten Samosir Ny. Kennauli Ariston Tua Sidauruk bersama anggota PKK, serta Kepala Desa Dosroha Agustinus Sijabat.
Dalam kesempatan itu, Ariston menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp36.120.000 yang bersumber dari aksi solidaritas ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Samosir. Selain itu, masing-masing keluarga juga menerima bantuan bahan bangunan senilai Rp8 juta untuk membantu proses pembangunan kembali rumah mereka yang terbakar.
Tidak hanya bantuan dana dan material, Pemerintah Kabupaten Samosir sebelumnya melalui Dinas Sosial PMD juga telah bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan buffer stock berupa kebutuhan dasar serta mendirikan tenda darurat bagi korban yang kehilangan tempat tinggal.
Langkah lain yang juga menjadi perhatian pemerintah adalah pengurusan kembali dokumen administrasi kependudukan warga yang ikut terbakar dalam peristiwa tersebut. Pemerintah memastikan seluruh dokumen penting milik korban akan diproses kembali agar masyarakat tidak mengalami kesulitan administratif pascakebakaran.
Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah di tengah korban bencana bukan hanya sebatas kewajiban formal, tetapi bagian dari tanggung jawab kemanusiaan.
“Kami hadir di sini bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga ingin memastikan bapak dan ibu korban merasakan bahwa pemerintah ikut merasakan duka ini. Jangan merasa sendiri menghadapi cobaan ini,” ujar Ariston.
Menurutnya, musibah kebakaran tidak hanya menghancurkan bangunan fisik, tetapi juga meninggalkan trauma dan beban psikologis bagi keluarga korban. Karena itu, dukungan moral dinilai sama pentingnya dengan bantuan materi.
Ariston meminta para korban tetap kuat dan tidak kehilangan harapan dalam menghadapi ujian hidup tersebut.
“Percayalah, Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Di balik setiap peristiwa pasti ada rencana yang lebih baik. Tetap kuat, tetap sabar, dan jangan kehilangan semangat untuk bangkit kembali,” katanya.
Di sela kunjungan itu, Ariston juga mengingatkan masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah, terutama yang dipicu instalasi listrik dan penggunaan peralatan rumah tangga.
Ia meminta masyarakat memastikan kondisi kabel listrik, kompor, dan perlengkapan lainnya dalam keadaan aman, mengingat kebakaran rumah masih menjadi salah satu musibah yang cukup sering terjadi dan dapat menimbulkan kerugian besar dalam waktu singkat.
Sementara itu, keluarga korban menyampaikan rasa haru atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Samosir. Perwakilan keluarga Karmidin Manik mengaku bantuan yang diterima bukan hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga memberi kekuatan batin untuk kembali memulai kehidupan.
“Terima kasih atas perhatian dan bantuan dari pemerintah. Kehadiran langsung bapak Wakil Bupati dan seluruh jajaran memberi kami semangat untuk bangkit kembali,” ujarnya.
Peristiwa di Desa Dosroha menjadi pengingat bahwa di balik agenda pembangunan dan program pemerintahan, kehadiran negara di tengah penderitaan rakyat tetap menjadi ukuran penting kepercayaan masyarakat. Dan di tengah puing rumah yang hangus, perhatian serta kepedulian sering kali menjadi hal pertama yang dibutuhkan korban untuk kembali berdiri. ( dns)






