Samosir, PRi.com

Di tengah ancaman perubahan iklim dan musim kemarau yang berulang setiap tahun, Pemerintah Kabupaten Samosir mulai membangun langkah antisipatif yang lebih modern untuk sektor pertanian. Salah satunya melalui pembangunan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Oppuratus, Kecamatan Nainggolan, yang diproyeksikan mampu mengairi hingga 80 hektare areal persawahan masyarakat.

Pembangunan fasilitas irigasi berbasis energi terbarukan itu merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Samosir dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kedutaan Besar Inggris. Di tengah keterbatasan fiskal daerah, kerja sama tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom turun langsung meninjau progres pembangunan PATS, Rabu (6/5). Di tengah area persawahan yang selama ini sangat bergantung pada curah hujan, Vandiko menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menyerah pada keterbatasan anggaran maupun tantangan alam.

“Kalau hanya menunggu kemampuan anggaran daerah, pembangunan bisa berjalan lambat. Karena itu kami membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dan mitra internasional agar kebutuhan masyarakat tetap bisa dipenuhi,” ujar Vandiko.

Menurutnya, sektor pertanian harus tetap menjadi prioritas pembangunan karena menyangkut langsung kehidupan masyarakat desa. Ia menilai ketahanan pangan tidak cukup hanya dibicarakan dalam kebijakan, tetapi harus diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan petani.

Pompa air tenaga surya yang dibangun memiliki kapasitas produksi mencapai 230 meter kubik air per jam. Sistem ini memanfaatkan energi matahari sebagai sumber tenaga utama sehingga lebih hemat biaya operasional sekaligus ramah lingkungan. Pemerintah juga telah menyiapkan dua operator khusus yang mendapatkan pelatihan teknis untuk memastikan operasional dan perawatan fasilitas berjalan optimal.

Bupati Samosir menargetkan fasilitas tersebut dapat segera diresmikan bersama pihak Kedutaan Besar Inggris pada Juni 2026 dan langsung digunakan masyarakat menghadapi musim tanam berikutnya.

“Selama ini persoalan utama petani adalah air. Ketika kemarau datang, sawah kering dan produktivitas turun. Kehadiran pompa ini kita harapkan menjadi solusi nyata agar petani tidak lagi terlalu bergantung pada hujan,” katanya.

Vandiko mengungkapkan, hingga saat ini Kabupaten Samosir telah memiliki lima unit Pompa Air Tenaga Surya di sejumlah wilayah pertanian. Pada tahun 2026, pemerintah daerah kembali menambah empat unit baru melalui dukungan APBD, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan mitra pembangunan lainnya.

Langkah tersebut menunjukkan arah pembangunan pertanian Samosir yang mulai bergerak menuju pemanfaatan teknologi modern dan energi terbarukan. Pemerintah daerah juga terus mengajukan berbagai proposal bantuan kepada pemerintah pusat maupun lembaga internasional untuk memperkuat pembangunan sektor pertanian dan infrastruktur desa.

Kepala Desa Sibonor Oppuratus, Binsar Marbun, mengatakan masyarakat sangat menantikan selesainya pembangunan pompa air tersebut. Sebagian besar warga desa menggantungkan hidup dari pertanian sawah, sehingga ketersediaan air menjadi faktor utama keberlangsungan ekonomi masyarakat.

“Musim kemarau tahun lalu cukup berat. Banyak petani kesulitan mengolah sawah karena kekurangan air. Kehadiran pompa ini memberi harapan besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan salah seorang petani, Op. Alvaro Manik. Ia mengaku selama ini petani selalu dihantui kecemasan ketika musim kemarau datang karena hasil panen sangat bergantung pada kondisi cuaca.

“Kalau hujan terlambat, kami mulai cemas. Sawah bisa kering dan panen terganggu. Sekarang kami merasa lebih tenang karena sudah ada solusi yang nyata,” katanya.

Turut mendampingi Bupati dalam peninjauan tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, Kabid Perekonomian Bapperida Rikardo Simbolon, serta Camat Nainggolan Junita Sinaga.

Di tengah sawah yang perlahan dipersiapkan menuju pertanian modern, pembangunan Pompa Air Tenaga Surya di Samosir menjadi lebih dari sekadar proyek infrastruktur. Ia menjadi simbol bahwa desa tidak harus tertinggal dalam inovasi, dan bahwa keberpihakan pada petani dapat diwujudkan melalui kerja nyata, kolaborasi, serta keberanian mencari solusi di tengah keterbatasan. ( dns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *