Tim KPK melanjutkan penggeledahan ke RSUD yang baru dibangun dan belum sepenuhnya difungsikan.

Labura, PRESTASIREFORMASI.COM – Usai menggeledah Kantor Bupati Labuhanbatu Utara, di hari ke dua belasan anggota tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan pengeledahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Labura, Provinsi Sumut, Rabu (15/7/2020).

Petugas melakukan pengeledahan di beberapa ruangan, diduga untuk mengambil barang bukti guna kepentingan penyelidikan.

Tim anti rusuah melakukan pengeledahan mulai pukul 09.00 WIB, mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Labuhanbatu bersenjata lengkap.

Pemeriksaan dilakukan secara tertutup, tidak satupun awak media diperkenankan masuk ke dalam ruangan untuk pengambilan gambar.

Namun, turunnya KPK di kota yang terkenal dengan motto Bersimpul Kuat Babontuk Elok sempat menjadi pusat perhatian warga yang melintas.

Pembangunan RSUD Aek Kanopan termasuk salah satu yang menggunakan anggaran RAPBN tahun 2018.

Menurut keterangan Yaya Purnomo di persidangan beberapa waktu lalu, pejabat Menteri Keuangan yang terkena OTT, Kabupaten Labura salah satu yang ikut memuluskan dana perimbangan daerah.

Terkait kasus ini KPK sudah memanggil Bupati Labura H Khairuddin Syah Sitorus (KSS) pada tahun 2018 sebagai saksi.

Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI juga mendatangi rumah dinas Bupati Labuhanbatu Utara yang berdekatan dengan kantor bupati.

Sedangkan tim yang lain mendatangi RSUD Aekkanopan yang berada di seputaran Sawah Lebar Kecamatan Kualuhselatan.

Rombongan tetap dikawal personell kepolisian. Sementara petugas anti rasuah melaksanakan tugas,  pagar pintu ditutup dan beberapa personel Sat Pol PP terlihat berjaga. 

Pada saat yang hampir bersamaan, di RSUD Aekkanopan yang baru, sejumlah petugas dari KPK juga melakukan aktivitasnya. Mereka memeriksa beberapa titik di kompleks rumah sakit yang belum difungsikan sepenuhnya itu.

Usai melakukan pemeriksaan, tim kemudian bergerak memasuki gedung utama RS tersebut. Di antara tim ada yang mengenakan rompi bertuliskan KPK di bagian belakangnya.

Tanpa berbicara, mereka memasuki pintu RS dikawal personel kepolisian. Sementara anggota security RS yang bertugas berjaga di depan pintu masuk. Selain itu beberapa pegawai RS juga terlihat duduk di dekatnya.

Menurut pegawai yang ada di sana, Direktur RSUD Aekkanopan dr T Mestika Mayang berada di dalam. Namun siapa dan apa kegiatan yang dilakukan di dalam gedung tersebut tidak diketahuinya.

Beberapa waktu setelah tim masuk ke RS, Kadis PU Labura Edwin Defrizen datang dengan mengenderai mobil dinas ke rumah sakit. Setelah berdiri beberapa saat ia pun masuk ke dalam tanpa memberi komentar apa pun.

Berselang beberapa saat kemudian, salah satu kabid di Dinas PU Labura pun datang. Ia pun langsung masuk ke dalam tanpa memberi komentar. (h/Saipul/DTC/ant)

BACA JUGA:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *