Barus, PRESTASIREFORMASI.COM – Sehuhungan wabah pandemi Covid-19 yang belum berakhir, sehingga tidak memungkinkan siswa belajar dengan tatap muka, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kab Tapanuli Tengah Rasidin Barasa didampingi KA KUA Kec Barus Aliwardana Pulungan Selasa (14/7-2020), kunjungan kerja dan monitoring ke sejumlah Madrasah di kecamatan Barus Tapteng.

Terkait kalender pendidikan dimulainya tahun ajaran baru 2020/2021, kunjungan ini sesuai Surat Edaran Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Tapanuli Tengah yang ditindak lanjuti Dinas Pendidikan Tapteng, tentang pembelajaran bagi siswa Madrasah dilakukan secara Daring di tengah Pandemi Covid -19.

Hal itu dikatakan Kakankemenag Rasidin Barasa saat dijambangi Prestasireformasi. Com disela kunjungannya di MAN 1Tapanuli Tengah di Barus.

“Kami ingin memastikan kepada seluruh Madrasah yang ada dilingkungan Kementerian Agama Tapteng untuk benar -benar mempersiapkan diri terutama infrastruktur yang berkaitan dengan belajar Daring (dalam jaringan) tersebut,” kata Rasidin.

Dia menambahkan, kesiapan para tenaga pendidik agar mereka bisa memetakan berapa persen sebenarnya siswa yang memiliki hand phone Android dan berapa persen yang tidak memiliki.

“Sehingga kita bisa nanti mendiskusikan bagaimana caranya pemerataan pembelajaran Daring ini bisa diketahui,” ujarnya.

Rasyidin menambahkan kunjungannya ke Barus juga sekaligus melakukan monitoring pembinaan terhadap penggunaan dana BOS di tengah kondisi Pandemi Covid -19 ini.

“Kami berharap seandainya beberapa bulan ke depan kita sudah masuk zona hijau, maka Madrasah harus bersiap -siap melakukan pembelajaran tatap muka dengan tetap melaksanakannya sesuai dengan protokol kesehatan,” tandasnya.

Ia memparkan, protokol kesehatan tersebut adalah menyiapkan hand sanitizer, tempat cuci tangan masker kemudian physical distancing, jaga jarak dikelas.

“Ini harus menjadi standart yang ketat kita berlakukan sesuai dengan SKB 4 Menteri Mendikbud, Menag, Mendagri dan Men PAN -RB sudah sangat jelas disampaikan yakni belajar dari rumah (BDR),” sambungnya.

” seandainya pun nanti masuk zona hijau ada dua opsi yang harus dilakukan yaitu system shift dan system dibagi dua season, jadi ada 2 shift dan ada season bisa satu kali tiga hari masing -masing kelas berjenjang,” tutupnya. (Zurlang)

Kakankemenag Kab Tapanuli Tengah. (Fhoto : Zurlang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *