Aceh/Subulussalam, PRi.Com — Masyarakat di Kota Subulussalam, khususnya warga di Desa Suka Makmur, pada Jumat (7/2/2020), menghujat dan menyayangkan keberadaan proyek wahana permainan playing fox, karena menggunakan alokasi dana desa APBD 2018, namun terbengkalai dan sampai saat ini jadi mubazir.

Padahal peluncuran dana desa dimaksudkan agar masyarakat menikmati pemerataan pembangunan, tetapi oknum Kepala Desa Suka Makmur tidak menggunakannnya untuk skala prioritas pembangunan, apakah jalan beton ke desa, perbaikan parit atau memberdayakan ekonomi masyarakat desa.

“Justeru membangun wahana permainan playing fox, bagi kami sangat tidak bermanfaat dibanding jika membangun sarana prasarana jalan desa,” ungkap masyarakat kesal.

Menanggapi hujatan masyarakat di Desa Makmur, Wartawan PRi.Com di Subulussalam, Alimsyah ketika konfirmasi kepada Kades Suka Makmur Amiruddin Padang di kantornya, menjawab enteng tanpa beban.

“Dana pembangunan Playing Foxs gak saya ingat. Soal terbengkalainya bangunan itu tahun ini, akan saya perbaiki lagi,” sahut Amiruddin.

Secara terpisah warga mengatakan bangunan Play Foxs itu tidak bermanfaat bagi mereka di Desa Suka Makmur ini, Untuk itu, mereka meminta kepada pihak penegak hukum agar mengusut keberadaan bangunan Playing Foxs tersebut, dan mengungkap adanya indikasi penyalahgunaan anggaran dana desa. (01AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *