
Samosir, PRi.Com – Kunjungan kerja Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, ke Kabupaten Samosir, Kamis (16/4/2026), tidak sekadar bersifat seremonial. Pemerintah Kabupaten Samosir secara tegas memanfaatkan momentum tersebut untuk mendorong dukungan konkret pemerintah pusat dalam percepatan pengembangan kawasan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia.
Disambut langsung oleh Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, bersama Forkopimda di Dermaga Sibea-bea, kunjungan ini diisi dengan peninjauan sejumlah destinasi strategis, termasuk Patung Tuhan Yesus Sibea-bea, Waterfront City Pangururan, dan Huta Siallagan.
Namun di balik rangkaian kunjungan tersebut, tersirat pesan kuat dari pemerintah daerah: pengembangan pariwisata tidak cukup hanya dengan kunjungan dan apresiasi, tetapi membutuhkan intervensi nyata berupa dukungan anggaran, penguatan infrastruktur, dan kebijakan strategis yang berkelanjutan.
Bupati Vandiko secara langsung menyerahkan proposal pengembangan pariwisata kepada Menteri sebagai bentuk keseriusan daerah. Langkah ini menegaskan bahwa Samosir tidak hanya menunggu, tetapi aktif menjemput perhatian pusat.
“Kehadiran Ibu Menteri harus menjadi titik awal penguatan dukungan pusat, bukan sekadar kunjungan simbolik. Kami telah menyiapkan konsep dan arah pengembangan yang jelas,” ujar Vandiko.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Samosir terus melakukan pembenahan, namun keterbatasan fiskal daerah menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan. Karena itu, sinergi pusat dan daerah dinilai menjadi kunci utama dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan Danau Toba.
Selama kunjungan, Menteri menikmati panorama Bukit Sibea-bea dan menyaksikan atraksi air mancur menari di Waterfront City Pangururan. Di Huta Siallagan, rombongan mengikuti manortor dan meninjau Batu Kursi Persidangan—simbol kuat peradaban hukum adat Batak.
Kehadiran Menteri juga diwarnai interaksi langsung dengan masyarakat dan wisatawan, yang sekaligus menjadi indikator bahwa sektor pariwisata Samosir memiliki daya tarik yang terus tumbuh. Namun demikian, tantangan mendasar seperti aksesibilitas, kualitas layanan, dan keberlanjutan pengelolaan destinasi masih memerlukan perhatian serius.
Kunjungan ini diharapkan tidak berhenti pada catatan kunjungan lapangan, tetapi berlanjut pada langkah konkret pemerintah pusat dalam memperkuat posisi Samosir sebagai destinasi unggulan nasional yang kompetitif di tingkat global.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah, unsur DPRD, serta pimpinan instansi vertikal yang menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap pengembangan pariwisata di Kabupaten Samosir. ( dns)