Medan, PRi.Com — Aksi kejar-kejaran yang melibatkan sekelompok pengendara sepeda motor dan sebuah mobil terjadi di Kota Medan, Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Insiden tersebut diduga dipicu oleh dugaan tabrak lari yang dilakukan pengemudi mobil.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengejaran bermula dari Jalan GB Josua dan berlanjut hingga ke Jalan Tempuling, tepatnya di persimpangan Gang Sering. Situasi sempat memanas ketika sekelompok anak muda menghadang kendaraan tersebut dan diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap pengemudi.

Aksi tersebut memicu keresahan warga sekitar dan menyebabkan kemacetan lalu lintas di lokasi kejadian. Sejumlah warga kemudian berinisiatif mengamankan pengemudi beserta kendaraannya untuk menghindari potensi amuk massa yang lebih besar.

Menariknya, kelompok pengendara yang sebelumnya mengejar dan menghadang kendaraan tersebut berangsur meninggalkan lokasi setelah warga menghubungi Wakil Kepala Polrestabes Medan, Rudy Silaen, guna meminta penanganan cepat dari pihak kepolisian.

Merespons laporan masyarakat, jajaran Polrestabes Medan segera menurunkan personel ke lokasi. Petugas dari Satuan Lalu Lintas kemudian mengamankan pengemudi untuk menghindari tindakan lanjutan, sekaligus melakukan pengumpulan keterangan terkait kronologi kejadian.

Pihak kepolisian juga mengimbau para pihak yang terlibat, khususnya kelompok pengendara sepeda motor, untuk melaporkan diri dan memberikan keterangan resmi di kantor Satlantas di Jalan Willem Iskandar guna proses klarifikasi lebih lanjut.

Kesigapan aparat dalam merespons laporan warga dinilai berhasil meredam potensi konflik yang lebih luas. Kepolisian menegaskan pentingnya penyelesaian setiap persoalan di jalan raya melalui mekanisme hukum, bukan dengan tindakan main hakim sendiri. ( red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *