Jalan lintas Medan-Dairi yang amblas, Selasa (6/1/2022) direncanakan sudah rampung awal Maret 2021, namun hingga kini belum selesai. (Foto: dok.istimewa)

Medan, PRESTASIREFORMASI.Com – Jadual perbaikan jalan amblas yang meleset di kecamatan Sitinjo, kabupaten Dairi–dijanjikan rampung awal Maret 2021–sangat mengganggu pengguna jalan Nasional baik dari  Medan menuju Aceh maupun sebaliknya pulang pergi (PP).

Redaksi PRESTASIREFORMASI.Com yang melintasi kawasan itu dari Kota Subulussalam Provinsi Aceh menuju Medan, Selasa (2/3/2021), masih harus melalui Jalan Dusun Hutatika tembus ke Jalan KLK, Sitinjo, Dairi sepanjang 5 km lebih.

Jalan melintasi punggung bebukitan yang kini kondisinya rusak parah dan berdebu karena sudah dua bulan lebih dilintasi kendaraan sebagai jalan alternatif.

Warga yang bermukim di kawasan itu, kelihatan kewalahan jalan di Dusun mereka jadi kawasan lalu lintas, karena selain debu yang beterbangan dsn bising, juga jalan-jalan kupsk0kapik dan berantskan.

Sehingga di sejumlah tempat, warga memasang pamplet bertuliskan “Harap pelan-pelan, Abu Beterbangan”.

Ruas jalan Nasional yang amblas itu berada di Km 6-7, Kecamatan Sitinjo, Selasa (6/1/2021) diduga terjadi karena gorong-gorong di bawah jalan mampet, sehingga ketika hujan deras air tergenang menyebabkan jalan amblas.

Pada hari Rabu (7/1/2021) jalan putus total karena badan jalan longsor dengan kedalaman 6 meter dan panjang 50 meter. Sejak itu, jalan pun dialihkan melalui dua jalan alternatif:

  • 1. Kendaraan dari arah Medan menuju Sidikalang dialihkan lewat Jalan Dusun Lae Sirambon tembus ke Jalan Rimo, Sitinjo, Dairi.
  • 2. Kendaraan dari arah Aceh dan Pakpak Bharat menuju Medan dialihkan lewat Jalan Tigalingga menuju Tanah Pinem lalu masuk ke Desa Tigabinanga, Karo.

Kapolres Dairi, AKBP Ferio Sano Ginting, saat dimintai konfirmasi, Kamis (28/1/2021) lalu menyebut jalan amblas itu masih dalam proses pengerjaan.

Dia mengungkapkan, sejauh ini pengerjaan telah dilakukan pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Pusat dengan melakukan penambahan penempatan box calver atau gorong-gorong di atas pondasi yang sudah dilakukan pengecoran.

Ferio menyebut jalan tersebut diperkirakan bisa dilalui pada bulan Maret mendatang walau belum diaspal. Dia mengatakan pengaspalan jalan masih membutuhkan waktu.

“Untuk estimasi tahap awal penyelesaiannya, jalan tersebut dapat dilewati pada awal bulan Maret, namun dalam kondisi belum diaspal. Karena butuh waktu lagi untuk pengaspalan,” ujar Ferio.

Ferio menyebut petugas masih melakukan pengamanan di lokasi serta rekayasa lalu lintas. Para pengendara masih melewati jalur alternatif.

Untuk itu, para pengguna jalan khususnya masyarakat di Dairi sangat berharap pemerintah mempercepat pemutasian perbaikan pembangunan jalan yang amblas tersebut, karena selama dua bulan lebih cukup menderita harus melintasi jalan alternatif sepanjang 5 km lebih yang harus pelan, antrian serta jalan rusak dan berdebu.

Bahkan masyarakat yang bermukim dekat jalan amblas itu meminta dibangun jembatan yang bagus, karena jalan ini digunakan mereka mau ke kota Sidikalangnya.

Mereka menyabut, jalan ini sangat vital karena di kota masyarakat dari kampung bisa menjual hasil ladangnya, apalagi di kota juga orang bisa belanja. Kantor dan sekolah juga semua di kota.(hps/sejumlah sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *