BERITA LAINNYA:
- Colour Run Sukses Sedot Ratusan Peserta, Pemkab Taput Komit Dukung Event Pariwisata Berkelanjutan

- Menyentuh Damai di Lagundi Stamiang, Permata Wisata di Timur Samosir yang Menenangkan Jiwa

- Pesona Kampung Wisata Ulos Samosir, Tempat di Mana Danau Toba, Kopi Hangat, dan Ketenangan Menyatu Sempurna

- Dari Samosir untuk Indonesia: BTN Dorong UMKM Naik Kelas dan Pariwisata Mendunia

- Disambut Tortor dan Ulos di Huta Siallagan, Wamen PPN Terima Proposal Besar Pengembangan Wisata Samosir

- Tak Ada Ampun untuk Bangunan Ilegal di Kawasan Wisata: Samosir Tertibkan, Investor Wajib Taat

Tapteng, PRESTASIREFORMASI.COM – Berkunjung ke daerah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) memang banyak sekali objek wisata menarik yang dapat dikunjungi. Termasuk kawasan hutan mangrove atau bakau jika ditata, selain dapat menjadi tujuan wisata baru yang memukau juga menjaga kelestarian lingkungan dan habitat ikan.
Salah satu di antaranyaa adalah kawasan pesisir pantai Barat Tapteng seperti Pulo Pane Kecamatan Sosorgadong, jika ditata dengan tepat dan diberdayakan menjadi lokasi pariwisata konservasi alam yang menarik, edukasi sekaligus ajang swafoto, menikmati hutan mangrove sambil jalan kaki atau menumpangi perahu tentunya sangat menyegarkan mata.

Alfi Syahrin Siregar tokoh masyarakat kecamatan Sosorgadong saat dimintai komentarnya Selasa (7/7-2020), mengatakan hutan bakau atau mangrove memang terlihat tumbuh subur di kawasan itu seperti di sekitar jembatan sungai Hantu, jembatan pulo Pane dan sepanjang jalan antara Pulo Pane menuju jembatan Muara Sibulu.
“Kawasan ini sangat cocok dikembangkan dan dilestarikan serta ditata dengan baik menjadi sebuah destinasi wisata alam, saya sangat setuju apabila kawasan hutan bakau ini dipoles pasti akan menarik minat kunjungan wisatawan ke daerah ini sekaligus bisa menambah geliat roda perekonomian masyarakat dari sektor Pariwisata,” sebutnya.
Alfi Siregar menambahkan hutan mangrove atau dikenal dengan sebutan hutan bakau berfungsi dan bermanfaat untuk menahan gelombang air laut yang masuk ke daratan.
“Dengan keberadaan hutan bakau maka abrasi atau pengikisan tanah pinggir pantai dapat dikurangi, hutan bakau biasanya terdapat di daerah pinggir pantai dan tumbuh di atas rawa yang memiliki air payau yaitu air tawar bercampur dengan air laut,” pungkasnya. (Zurlang)







