Bungo, PRESTASIREFORMASI.Com – Calon Bupati Bungo, nomor urut 2 H Mashuri(Hamas) mengungkapkan bahwa warga kelurahan di Kabupaten Bungo jangan takut tidak ada pembangunan. Sebab, sejak tahun 2020 ini dana kelurahan naik dalam jumlah yang sangat besar.

Menurut Hamas, dana kelurahan sebelumnya hanya Rp300 juta. Saat ini sudah naik menjadi satu milyar lebih per kelurahan per tahun. Tepatnya Rp 1,04 Miliar (satu milyar empat puluh juta).

“Jadi warga kelurahan jangan takut tidak ada pembangunan. Nantik sampai jalan ke ujung-ujung gang akan dibangun dengan dana kelurahan itu,” ujar Hamas yang berpasangan dengan H Safrudin Dwi Apriyanto (Apri) ini di hadapan warga BTN Lintas Asri, Rabu malam(25-11-2020).

Selama memimpin Kabupaten Bungo sejak empat tahun lalu, Hamas-Apri katanya membangun dengan azas berkeadilan. Kalau di kota ada dana kelurahan, di dusun ada dana Gerakan Dusun Membangun (GDM) Rp250 juta per Dusun per tahun.

Itu sudah terbukti dengan naiknya jumlah Dusun maju di Kabupaten Bungo. “Kalau 2016 lalu hanya satu dusun maju. Sekarang sudah 28 dusun maju. Itu bukan kato kito. Bukan dibuat-buat. Itu pengakuan pusat. Kementerian desa yang mengakui dan menetapkan,” kata Hamas yang mengungkapkan kalau Hamas-Apri terpilih di periode kedua nantik InsyaAllah Dusun maju akan lebih banyak lagi. Karena dana GDM Rp250 juta masih akan dialokasikan pada periode kedua.

Selama memimpin Kabupaten Bungo katanya, Hamas-Apri juga sudah berusaha membuat warga kota aman dan nyaman. Salah satunya, di tengah kota dipercantik dengan pembangunan taman. Seperti taman Tempoenek, Taman Sri Sudewi dan lainnya. Termasuk yang sedang dibangun bantaran Sungai Batang Bungo di kawasan Tanjung Gedang.

Nantiknya kata Dia, di bantaran sungai di kawasan Tanjung Gedang itu akan menjadi kawasan wisata yang lengkap dengan pusat usaha kuliner warga. Sehingga UMKM di Kabupaten Bungo akan hidup dan berkembang. Otomatis perekonomian akan semakin membaik.

Lalu di tengah kota juga sudah dihiasi dengan lampu-lampu jalan. Sehingga saat ini Kota Bungo sudah terang. Pelaku UMKM juga sudah difasilitasi untuk menjajakan hasil usahanya di pinggir-pinggir jalan di dalam kota.

“Dulu di kota Bungo malam sepi. Sekarang cubo lihat, sudah terang. Makanan sampai larut malam mudah dijumpai. Itu memang kita fasilitasi di tengah kota untuk itu. Seperti di Jalan Sultan Taha,” ulasnya.

Keberhasilan pembangunan di Kabupaten Bungo sambung Bupati aktif dalam status cuti ini tidak hanya kata pemerintah Kabupaten Bungo saja. Tapi diakui oleh pemerintah pusat, itu dibuktikan dengan dua kali berturut-turut menerima piala Adipura.

Bahkan tahun 2020 ini sambungnya juga sudah dapat bocoran akan menerima piala Adipura ketiga. Tapi kata Hamas itu belum diumumkan.

Di bidang penyelenggaraan keuangan pemerintahan katanya juga diakui oleh pusat. Yaitu dengan diperoleh nya predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dua tahun berturut-turut.

“Bahkan di Provinsi Jambi, Bungo masuk zona hijau dari ombudsman RI terkait pelayanan publik. Ada dua daerah di Jambi, yaitu Kabupaten Bungo dan Batang Hari. Artinya pemerintah pusat, ombudsman mengakui pelayanan publik di Kabupaten Bungo baik. Sebab ada zona hijau, kuning dan merah. Kita zona hijau. Artinya kita yang terbaik,” pungkas Hamas.(tmc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *