Karimun, PRESTASIREFORMASI.Com – Penyelundupan 18 ton pasir timah berhasil digagalkan Kapal Patroli Satuan Tugas Patroli Laut dalam Operasi Jaringan Sriwijaya di tahun 2020 yang dilakukan oleh Kapal Patroli BC 60001.

Kepala Kakanwil DJBC Khusus Kepri, Agus Yulianto kepada wartawan, melalui Humas Kanwil DJBC Khusus Kepri Arief Rahman, dalam relis yang dikirim Senin (2/11/2929) kemarin, menyebutkan Kapal yang mengangkut pasir timah yang ditangkap Bea Cukai itu bernama KMN Kurnia Abadi 21/ KM Harapan Baru 3.

Dia mengungkapkan, kronologi penindakan berawal dari hasil intelijen bahwa akan ada penyelundupan ekspor pasir timah tujuah Malaysia.

“Mendengar informasi bakal ada penyelundupan, Kepala Kakanwil DJBC Khusus Kepri langsung  memerintahkan Anggota melalui Kepala BC 60001 untuk melakukan patroli laut di sektor perairan Batam hingga ke laut Natuna,” ujar Humas Kanwil DJBC Khusus Kepri ini.

kapal yang ditangkap bermuatan 18 ton pasir timah, serta tiga orang Anak Buah Kapal (ABK), Nilai barang hasil tangkapan diperkirakan Rp. 2,7 miliar.

“Sehingga pada tanggal 31 Oktober 2020, sekitar pukul 02.30 Wib,  berdasarkan pengindraan Radar Kapal BC60001 Petugas BC, mendapat  kapal tanggapan berbendera Indonesia itu mengarah tujuan Malaysia di Perairan Tokong, Malang Biru Natuna, “ paparnya.

Kapal Patroli BC 60001 langsung bergerak sigap memburu dan menangkap kapal yang bermuatan 18 ton pasir timah, serta tiga orang Anak Buah Kapal (ABK), Nilai barang hasil tangkapan diperkirakan Rp. 2,7 miliar.

Menurut Kepala Kantor  Wilayah Bea dan Cukai Yulianto para kru dan ABK kapal telah melanggar Undang-undang Kepabeanan.

Akhirnya, kapal ditarik beserta ABK dan muatan dibawa ke kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri Tanjung Balai Karimun sebagai barang bukti proses penyidikan selanjutnya.

Disebutkan, modus operandi penyelundupan tersebut menggunakan kapal yang mengangkut barang tanpa dilindungi dokumen yang sah dan telah melanggar pasal 10 a UU No. 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan dan mengangkut barang yang terkena larangan dan pembatasan, karena jalur yang dilewati satu jalur lalu lintas laut lepas untuk menghindari patroli laut Bea Cukai. (Yuliana)

BERITA KRIMINAL:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *