Bungo, PRESTASIREFORMASI.Com – Forum Peduli Hijau Bungo (FPHB) bersama aliansi masyarakat dan mahasiswa berunjuk rasa terkait persoalan insiden Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Rabu (29/07). Bahkan kantor DPRD kabupaten Bungo disegel karena tak satu punanggota dewan menerima aspirasi mereka.

Paisal, SH selaku kordinator aksi mengatakan, unjuk rasa tersebut merupakan aksi solidaritas kepada masyarakat Dusun Batu Kerbau yang dinilai telah menjadi korban ketidak adilan karena aktor intelektual para pelaku PETI hingga saat ini belum juga terungkap.

Unjuk rasa dimulai di depan gedung Pengadilan Negeri Kabupaten Bungo yang saat itu sedang melaksanakan pembacaan sidang para terdakwa penghadangan razia PETI terhadap aparat Kepolisian.

“Kami minta Pengadilan Negeri Bungo untuk dapat memberikan putusan dengan seadil-adilnya,” ucap koordinator aksi saat berorasi.

Dilaksanakan mediasi dari beberapa perwakilan aksi dengan pihak PN Bungo serta sempat berdialog langsung bersama Kapolres Bungo yang pada saat itu sempat hadir di gedung Pengadilan Negeri Bungo.

Akhirnya massa pun bergerak menuju gedung DPRD untuk kembali melakukan orasinya dan meminta pihak DPRD untuk dapat berperan aktif menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengawasan.

Di saat mengetahui anggota DPRD tidak ada satu pun di kantor, lalu masa menerobos masuk namun dihadang aparat kepolisian, lalu massa menyegel kantor dengan mencoretkan di lantai depan kantor DPRD Bungo dengan tulisan “Atas nama rakyat gedung ini disegel“.

“Kami sangat menyayangkan, tidak ada satu pun anggota wakil rakyat kita yang berada di gedung ini dan entah kemana mereka,” tutur Paisal.

Paisal juga mengatakan, padahal beberapa dari anggota DPRD Bungo sudah mengetahui akan kedatangan mereka dan sempat menanyakan secara langsung di saat sebelum mereka akan melaksanakan penyampaian aspirasinya.

“Kita tidak akan berhenti sampai di sini, dan kami akan mencoba menyurati Kemendagri agar mengetahui kelakuan-kelakuan wakil rakyat kami dan atas nama masyarakat kami menyatakan menyegel kantor wakil rakyat kami ini, karena kami menilai mereka tidak menghargai masyarakatnya,” pungkas Paisal. (hen)

BERITA JAMBI LAINNYA:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *