Tragedi pembunuhan pertama kali di permukaan bumi ini, sama usianya dengan sejarah keberadaan umat manusia. Kisah Habil dan Qabil sangat populer di kalangan Muslimin. Mengingat, kisah keduanya merupakan tragedi dosa pembunuhan pertama yang dilakukan manusia, Habil tewas mengenaskan di tangan saudaranya sendiri. Inilah pelajaran pertama dari Allah bahwa manusia selalu digoda hawa nafsu untuk berbuat keburukan.

Sesuai perkembangan zaman, pembunuhan semakin beragam cara dan tingkat kesadisannya. Berikut ini 6 kisah pembunuhan sadis yang dirangkum PRESTASIREFORMASI.COM dari berbagai sumber, terjadi di berbagai negara, satu kasus di antaranya terjadi di Indonesia yang sungguh luar biasa sadisnya!

  1. Pasutri Kuliti 5 Korban dan Dagingnya Dijual untuk tambul
Inilah wajah pembunuh sadis dengan 7 korbannya di Riau. Dia adalah M. Delfi dan Sopiyan. Posisi sebelah kanan dalam foto tersebut dengan postur tampak gemuk, adalah Muhamad Delfi (19). Delfi adalah otak pembunuhan dari 7 korban mutilasi yang terjadi di Riau. (Foto: Istimewa)

Kasus pertama adalah terjadi di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Agustus 2014 lalu. Seperti dikutip dari news.detik.com, Ini sungguh perbuatan sadis dan biadab. Pasangan suami istri tega memutilasi bocah-bocah dan dagingnya di jual ke warung tuak.

Dalam kasus mutilasi ini, ada empat pelaku. Selain Delfi dan Sopian ada lagi Dita (19) yang tak lain istri dari Delfi. Selanjutnya, Diky (16) seorang pelajar SMU kelas II. Mereka semuanya tinggal di Desa Pinang Sebatang Timur, di Kota Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau.

MD (19) adalah aktor utama dalam kasus pembunuhan terhadap 6 bocah dan satu orang dewasa. Jumlah korban 7 anak. Mereka yang menjadi korban pembunuhannya terlebih dahulu disodomi.

Perbuatan bejat ini, dibantu tersangka DP (19) S (19) serta tersangka DD (19) yang saat itu berstatus sebagai istri MD. Kepada wartawan, MD mengakui telah melakukan pembunuhan tersebut.

“Iya saya bunuh. Tapi cuma dua orang saja,” kilahnya saat diperlihatkan kepada wartawan, Jumat (8/8/2014) di Mapolres Siak Riau.

Lantas bagaimana cara membunuhnya? MD menyebutkan, setelah korbannya disodomi lantas mengajak dua rekan pria lainnya untuk melakukan hal yang sama. Setelah puas melakukan sodomi, MD mengeluarkan goloknya yang tajam. Lantas leher korbannya dia gorok seperti menyembilih ayam.

Sebelumnya, Empat pembunuh dan memutilasi anak mengaku 6 orang korban. Setelah diperiksa lagi, mereka mengakui masih ada 1 korban yang dibuang ke Teluk Kepau, Kabupaten Rokan Hilir,” kata Kasat Reskrim Polres Siak AKP Harry Budianto, Senin (11/8/2014). Foto: istimewa

MD menyebutkan, setelah korbannya disodomi lantas mengajak dua rekan pria lainnya untuk melakukan hal yang sama. Setelah puas melakukan sodomi, MD mengeluarkan goloknya yang tajam. Lantas leher korbannya dia gorok seperti menyembilih ayam.

Setelah itu MD memotong bagian tangan, perut, kaki. Dan biadabnya lagi, dia mengaku menyayati kulit korbannya agar dagingnya bisa dia kumpulkan. “Dagingnya saya jual,” kata MD tenang. Isu yang berkembang, daging ini dijual ke sejumlah warung tuak untuk dijadikan tambul.

Kasus mutilasi ini terbongkar pada Agustus 2014 lalu. Otak pelakunya adalah Delfi yang dibantu istrinya Dita. Mereka membunuh 3 orang, dua anak dan 1 pria dewasa yang memiliki keterbelakangan mental. Dia membunuh hanya untuk mengambil alat kelaminnya.

Setelah membunuh 3 orang, Delvis kembali melakukan hal yang sama dengan korban 4 bocah warga Kecamatan Perawang, Siak. Saat aksi para bocah ini, Delvis meminta bantuan Supian. Delvis melakukan itu semua guna menuntut ilmu yang diajarkan almarhum ayahandanya.

Almarhum orangtuanya dikenal sebagai dukun hebat. Sebelum orangtuanya meninggal, Delvis sempat mendapat bisikan untuk mengumpulkan 9 alat kelamin, dan baru 7 yang berhasil dia kumpulkan.

Akhirnya, setelah menjalani proses sidang yang cukup panjang, pada 12 Februari 2015, Hakim PN Siak memvonis mati tiga pelaku pembunuh danmutilasi 7 anak masing-masing Delfi, Sopian dan Dita. Sedangkan Diky dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.

2. Kasus Black Dahlia di AS

All Thats Interesting

Warga Amerika Serikat (AS) tahu betul dengan salah satu kasus paling keji yang pernah terjadi di negara mereka, yaitu kasus Pembunuhan “Black Dahlia” (Dahlia Hitam). Saking terkenalnya, kisah “Black Dahlia” ini kerap dijadikan inspirasi bagi berbagai buku, film hingga serial TV horor AS.

Black Dahlia sebenarnya adalah panggilan yang disematkan pada Elizabeth Short, seorang gadis cantik berusia 22 tahun asal Boston yang tewas dibunuh dan dimutilasi oleh seseorang yang hingga kini masih belum berhasil diungkap pihak kepolisian. Kisah Pembunuhan yang menimpa Short ini selalu berhasil menyedot perhatian publik AS tidak hanya karena sadisnya si pelaku saat membunuh, tetapi juga latar belakang hidup Short sendiri.

Short diketahui adalah seorang gadis yang sangat berhasrat ingin menjadi seorang bintang Hollywood. Ia pun kemudian hijrah ke California dan bekerja di sebuah apotek di Long Beach. Oleh rekan dan pelanggan apotek, Short dikenal sebagai gadis yang selalu mencoba berpenampilan cantik, dan berharap agar seorang produser bisa melihat kecantikannya, dan mengajaknya bermain film.

Namun, pada akhirnya Short benar-benar menjadi sosok yang terkenal seantero AS setelah pada 15 Januari 1947. Jasadnya yang sudah dipotong menjadi dua tergeletak di semak-semak rerumputan di pemukiman Los Angeles. Bahkan, saat itu, mayat gadis berambut hitam ini diketahui dalam kondisi telanjang.

Tidak hanya dipotong menjadi dua, usus Short juga diketahui telah dibredel, digulung-gulung, dan ditaruh kembali ke perutnya. Pada jenasah Short, terdapat tanda-tanda luka robekan di pergelangan kedua kaki, leher, serta pinggangnya, (diduga diikat sebelumnya). Bahkan, beberapa bagian kulit Short nampak dikelupas. Pada saat ditemukan, tubuh Short sudah kehabisan darah.

Namun, yang lebih mengerikan lagi adalah wajah Short. Si pembunuh diduga kuat telah membuat tanda seperti senyum karakter Joker dengan cara merobek kedua sisi mulut Short hingga hampir mencapai kedua telinganya. Sehingga, mayat Short nampak seperti selalu tersenyum.

Meski banyak orang yang kemudian mengaku sebagai pembunuh Dahlia Hitam ini, tetapi polisi selalu meragukan keterangan mereka. Hingga kini pun, kasus Pembunuhan yang menimpa Elizabeth Short ini masih menjadi salah satu kasus Pembunuhan paling misterius sepanjang sejarah.

3. Pembunuhan ART pada tuannya di Inggris

Boredom Therapy

Sejarah Inggris setidaknya pernah mencatat salah satu Pembunuhan paling kejam yang dilakukan oleh Kate Webster. Webster diketahui adalah seorang asisten rumah tangga (ART) asal Irlandia yang bermigrasi ke London dan bekerja di rumah seorang wanita kaya raya, Julia Martha Thomas.

Pada Minggu, 2 Maret 1879, setelah sebulan bekerja dan akhirnya dipecat, Kate memutuskan untuk melancarkan niat jahatnya pada sang majikan. Pasalnya, berdasarkan pemberitaan, Kate kesal karena selalu dimaki oleh Thomas, dan meski sudah keluar dari rumah majikannya, makian Thomas selalu terngiang di telinganya.

Malam harinya, setelah sepulang dari gereja dan merebahkan tubuhnya di kamar, dengan mengangkat sebuah kapak, Kate tiba-tiba saja menyelonong masuk dan menyerang Thomas. Thomas pun sempat melawan dan keluar kamar. Tetapi Kate segera mendorong majikannya tersebut hingga jatuh dari tangga. Kate pun langsung mengejar majikannya dan menebas tepat di kepalanya.

Tidak berhenti di situ, kepala Thomas yang sudah terpisah dari tubuhnya lalu dipotong-potong dan beberapa bagian tubuh lainnya dimasak di sebuah panci besar. Kemudian, Kate juga sempat membuang beberapa bagian tubuh majikannya tersebut ke Sungai Thames. Yang lebih mengerikan lagi adalah “masakan” Kate ini pun sempat dibagi-bagikan kepada anak-anak kecil di sekitar pemukiman Thomas di Richmond.

Setelah sempat melarikan diri, Kate akhirnya ditangkap pihak kepolisian Irlandia dan kembali ke London sebelum akhirnya dihukum gantung.

4. Pembunuhan sadis istri pada suami di Australia

Katherine Knight (kanan) dan suaminya , John Price (kiri) (TheGuardian)

Pada 2000 silam, warga Australia dibuat gempar oleh peristiwa Pembunuhan sadis yang menimpa seorang mantan pemotong daging di Hunter Valley, Australia, John Price. Kasus Pembunuhan ini begitu terkenal lantaran pembunuh Price tidak lain adalah istrinya sendiri, Katherine Knight. Selain karena dibunuh oleh orang terdekatnya, Price juga dibunuh secara keji. Kasus ini bahkan sempat diangkat ke layar lebar oleh dua penulis naskah ternama Australia, Dane Millerd dan Ross Murray.

Diketahui, Price setidaknya ditikam 37 kali hingga tewas oleh Knight. Setelah tewas, Knight pun menguliti tubuh suaminya tersebut dan memenggal kepalanya. Tidak sampai di situ, Knight kemudian memasak bagian tubuh Price yang lain dan membuat menu “daging manusia lengkap dengan kentang bakar serta sayuran”.

Daging Price ini pun sempat disajikan oleh Knight di meja makan, dan meminta anaknya untuk memakan daging ayahnya sendiri. Saat menyajikan, Knight membagi beberapa piring daging suaminya dengan secarik kertas berisi nama anak-anak Knight.

Saat polisi datang, Knight sudah terkapar lemas karena pil, dan yang lebih mengejutkan lagi adalah saat polisi mengetahui bahwa kepala Price masih direbus di panci sup di dapur rumahnya. Karena aksi kejamnya tersebut, Knight akhirnya dihukum penjara seumur hidup.

5. Misteri pemerkosaan dan Pembunuhan Ratu Kecantikan Anak di AS

Twenty Two Words

Barangkali kasus Pembunuhan anak-anak paling menggemparkan yang pernah terjadi di Amerika Serikat (AS) adalah kasus yang menimpa Ratu Kecantikan Anak AS, JonBenét Ramsey. Pasalnya, ratu cilik tersebut tidak hanya dibunuh secara keji, tetapi juga hingga kini pelaku Pembunuhan masih belum berhasil diungkap oleh kepolisian.

Saat meninggal, JonBenét diketahui masih berusia 6 tahun. Kala itu, tepatnya pada 26 Desember 1996, JonBenét tiba-tiba menghilang, dan ibu JonBenét sekaligus mantan pemenang kontes kecantikan AS, Patsy Ramsey berujar bahwa dia menemukan sebuah surat yang berisi permintaan uang tebusan sebesar USD 118 ribu (saat ini senilai Rp 1,64 miliar).

Setelah dinyatakan menghilang selama 8 jam, ayah JonBenét, John akhirnya menemukan anaknya tersebut sudah tidak bernyawa di basement rumahnya di Boulder, Colorado. Dalam penyelidikan kepolisian, JonBenét menderita patah tengkorak akibat pukulan di kepala. Ratu cilik ini juga diduga kuat telah dicekik lantaran ada luka di sekitar lehernya. Tidak hanya itu, kepolisian menerangkan bahwa sebelum dibunuh, JonBenét diduga kuat telah diperkosa lantaran polisi menemukan sperma di bajunya.

6. Misteri Boy In The Box di AS

Historic Mysteries

Setidaknya selama 62 tahun, kepolisian Philadelphia, AS, belum juga mampu mengungkap kasus misteri “Boy In The Box” (Anak dalam Kardus). Kasus “Boy In The Box” ini pun menjadi salah satu kasus paling gempar dan misterius yang selalu menghantui warga AS.

Kasus ini bermula saat seorang pemburu musang tidak sengaja tersandung kardus yang ternyata berisi mayat seorang anak laki-laki tanpa busana di sebuah hutan di Fox Chase, pada sekitar Februari 1954 silam. Saat ditemukan, anak laki-laki yang berumur 5 tahun tersebut dalam keadaan mengenaskan, yaitu tubuhnya babak belur. Tidak hanya itu, pada jenazah anak tersebut, ditemukan bekas luka bedah di pergelangan kaki dan pangkal paha, serta bekas luka berbentuk L di bawah dagu. Anak laki-laki tersebut juga tampak kurus dan diduga kuat mengalami malnutrisi.

Satu-satunya bukti adalah selimut yang membungkus jenazah anak tersebut. Meski begitu, polisi pun selalu menemukan jalan buntu saat berusaha memecahkan misteri Pembunuhan anak laki-laki tersebut. (h)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *