Jumat, 24 Juli 2020 10:17

Turki, PRESTASIREFORMASI.COM – Hari ini, Jumat (24/7/2020). rakyat Turki akan kembali mengenang sejarah peradaban Islam gemilang, karena digelar sholat Jumat pertama di Hagia Sofia yang sempat 86 tahun menjadi museum.

Kepastian shalat Jumat itu digelar, dua minggu setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengalihfungsikan status Hagia Sophia, ikon Kota Istanbul itu menjadi masjid,

www.goturkeytourism.com

Lebih dari 2.000 jemaah diprediksi akan mengikuti shalat Jumat pertama di bangunan bersejarah itu sejak 1934.

Foto-foto dari dalam Hagia Sophia banyak beredar minggu ini yang menunjukkan adanya karpet besar yang disiapkan untuk shalat.

Dikutip dari Hurriyet Daily News, 21 Juli 2020, Pemerintah Turki telah mengundang banyak pemimpin asing untuk menghadiri shalat Jumat pertama, seperti Azerbaijan dan Qatar.

Rencananya, khotbah akan disampaikan oleh Kepala Direktorat Urusan Agama Turki (Diyanet) Ali Erbas.

Pelaksanaan shalat Jumat juga akan digelar sejalan dengan protokol kesehatan, seperti mewajibkan jemaah memakai masker wajah dan sajadah akan dibagikan kepada mereka.

Selain Erdogan, pemimpin Partai Gerakan Nasional (MHP) Devlet Bahceli, wakil dan anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa, serta menteri Turki diperkirakan akan menghadiri ibadah mingguan itu.

BACA JUGA:

Pada Minggu (19/7/2020) lalu, Erdogan melakukan inspeksi ke Hagia Sophia untuk memantau persiapan momen bersejarah ini.

Afrika Selatan akan menyiarkan secara langsung pelaksanaan shalat Jumat pertama di Hagia Sophia, seperti dikutip dari Anadolu Agency, 24 Juli 2002.

24 Juli sangat penting bagi umat Islam karena Masjid Hagia Sophia akan dibuka untuk beribadah setelah 86 tahun,” kata Wakil Kepala Yayasan Awqaf Afrika Selatan Mickael Collier.

Saluran televisi yang akan menyiarkan acara itu adalah ITV, Salaam Media, CII International Radio 786, Voice of the Cape, Radio Islam, dan Radio Al Ansaar.

Dia mengatakan, siaran akan berlangsung pada jam 12 siang waktu setempat.

Mosaik dan lukisan di Hagia Sophia akan ditutup oleh tirai selama pelaksanaan shalat Jumat.

Oleh karena itu, gambar Theotokos dan mosaik Gabriel yang terlihat dari lantai dasar akan dibuka dan ditutup dengan tirai.

Untuk menjaga agar mosaik di lantai tidak rusak, dua lapis kain akan diletakkan di bawah karpet.

Karpet yang digunakan di Hagia Sophia merupakan produksi dari provinsi Manisa yang merupakan salah satu pabrik penghasil karpet pertama di Turki.

Terbuat dari 100 persen wol asli, karpet itu disebut memiliki motif era Ottoman abad ke-17. (h/kcm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *