Tarutung,PRi.com- Bupati Tapanuli Utara (Taput) Drs. Nikson Nababan, M. Si bersama Dandim 0210/TU Agus Rony Widodo dan Kapolres Taput Horas Marasi Silaen didampingi Sekda Indra Sahat Simaremare dan beberapa pimpinan OPD Tim Gugus Tugas Penanganan Virus Corona Taput meninjau Balai Latihan Kerja (BLK) Silangkitang Kecamatan Sipoholon pada Sabtu sore (21/03).

Saat peninjauan, Bupati berpesan agar BLK menberdayagunakan potensi yang ada dan mampu meningkatkan jumlah produksi dalam menghadapi kelangkaan berbagai alat pelindung diri (APD) yang sangat dibutuhkan saat ini.

“Pemerintah Kabupaten Taput berupaya keras mengatasi kelangkaan masker dan hand sanitizer. Kita akan meningkatkan produksi APD ini, apalagi bahan-bahan pembuatan alkohol ini adalah hasil lokal kita sendiri. Mudah-mudahan dalam waktu dekat produksi BLK Silangkitang dapat dibagikan kepada masyarakat luas, oleh karena itu saya berharap masyarakat dapat bersabar” ucap Bupati.

“”Kita juga akan mengupayakan agar produksi yang sangat dibutuhkan masyarakat sekarang dapat diproduksi dalam jumlah yang lebih besar. Selain itu, Pemerintah juga akan tetap melakukan Disinfektanisasi dan menempatkan hand sanitizer di area publik termasuk tempat ibadah,” lanjut Bupati.

Bupati berharap sangat diapresiasi bila ada pihak swasta yang berkenan untuk mendukung produk BLK-Silangkitang ini, sehingga kelangkaan APD dapat teratasi. Kita juga menyarankan Kepala Desa dan masyarakat datang ke BLK untuk belajar bagaimana cara pengolahannya sehingga dapat membuat masing-masing.

” Semua harus memberikan perhatian yang serius dalam mendukung upaya pencegahan penyebaran virus corona,” tegas Nikson Nababan.

Kepada para pimpinan OPD terkait, Bupati juga memberikan beberapa instruksi seperti penyediaan dana untuk dukung pengadaan bahan dan juga penambahan tenaga kerja.

” Lakukan segala cara mempercepat produksi alkohol, karena kegiatan kemanusiaan seperti kondisi sekarang butuh tenaga ekstra. Saya juga mengajak masyarakat untuk hidup sehat dan tetap menjaga kesehatan. Kita bersatu menangkal penyebaran virus corona,” imbau Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Kadis Naker Sofian Simanjuntak menjelaskan beberapa karya yang telah diproduksi, seperti pembuatan hand sanitizer, masker, wastafel mobile, disinfektan dan alat proses destilasi termasuk proses produksi alkohol dari bahan buah nenas.

“Kita menggunakan nenas Sipahutar sebagai bahan baku lokal, dimana 4 buah nenas akan menghasilkan 1 liter alkohol yang terlebih dahulu dipermentasi selama 3 hari dilanjutkan penyulingan dengan menggunakan alat destilasi yang kita produksi sendiri,” ucap Sofian Simanjuntak.(Jas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *