Samosir. PRi.Com — Isu dugaan pemberian uang sebesar Rp2.000.000 (dua juta rupiah) yang menyeret nama seorang wartawan di Pangururan kini tidak lagi sekadar percakapan di media sosial. Isu tersebut berkembang menjadi pertanyaan serius tentang transparansi dan akuntabilitas di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir.

Informasi yang beredar melalui akun Facebook atas nama TN memicu polemik, terlebih karena menyebut adanya oknum yang diduga bertugas di Dinas Pendidikan. Nama wartawan Tetty Naibaho ikut terseret dalam pusaran rumor tersebut.

Merasa dirugikan dan integritasnya dipertaruhkan, Tetty Naibaho menyampaikan klarifikasi terbuka melalui akun media sosialnya. Ia menegaskan bahwa isu tersebut harus dibuka secara terang.

“Kalau memang ada yang mengaku memberi uang, sebutkan secara jelas kepada siapa diberikan dan untuk kepentingan apa. Jangan menggiring opini tanpa kejelasan. Ini menyangkut nama baik dan profesionalisme,” tegas Tetty kepada rekan-rekan wartawan, Senin (2/3).

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang sengaja membiarkan isu berkembang menjadi “bola liar” yang berpotensi memecah belah solidaritas wartawan di Pangururan.

Persoalan ini sejatinya sederhana: ada atau tidak transaksi tersebut? Jika ada, dalam konteks apa? Jika tidak, mengapa isu bisa muncul dan dibiarkan berkembang tanpa klarifikasi resmi?

Wartawan telah menyampaikan permohonan klarifikasi kepada Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir melalui pesan WhatsApp, disertai pertanyaan mendasar terkait kebenaran informasi tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban resmi dari pihak dinas.

Sikap diam pejabat publik dalam situasi yang menyangkut dugaan aliran dana, sekecil apa pun nilainya, justru memperbesar ruang spekulasi. Dalam konteks tata kelola pemerintahan yang bersih, transparansi bukanlah pilihan, melainkan kewajiban.

Isu ini bukan semata soal nominal Rp2 juta. Ini soal kredibilitas. Soal integritas. Soal kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan dan relasinya dengan insan pers.

Publik kini menunggu: akankah Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir memberikan penjelasan terbuka, atau memilih membiarkan tanda tanya terus menggantung?

Redaksi akan terus mengupayakan konfirmasi lanjutan dan memberikan ruang hak jawab kepada pihak terkait demi menjaga prinsip pemberitaan yang adil dan berimbang. ( Hots)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *