
Warga Alfalah Belawan II Satukan Kekuatan Berantas Aksi Tawuran
Belawan PRESTASIREFORMASI.Com–Maraknya aksi tawuran di Belawan tak cuma membuat remuk pikiran warga karena merasa terhambat melakukan aktivitas bagi memenuhi kebutuhan hajat hidup seperti mencari nafkah, sekolah, maupun aktivitas lainnya.
Aksi pesong yang merampas kenyamanan hidup warga di wilayah pelabuhan laut Medan ini mengukir kesan, bahwa Belawan sebagai daerah yang kurang kondusif akibat aksi tawuran tak pernah usai.
Memang, peran elemen masyarakat dan para tokoh seperti tokoh masyarakat, tokoh agama ,dan tokoh pemuda sudah dilakukan melalui pesan-pesan perubahan dan persaudaraan secara persuasif. Namun hasilnya jauh dari harapan. Belawan tetap saja menjadi arena tawuran.
Pelakunya tak pernah kapok, meski sebagian “aktor perang” kelas kecepai ini ada yang dicokok oleh pihak berwajib. Dan, barisan korban yang memang sebagai pelaku aksi maupun warga yang hanya menjadi sasaran tidak pula sedikit bilangannya.
Aksi tawuran di Belawan yang telah berlangsung sejak empat dekade lalu (1980-an hingga sekarang ini 2022), sepanjang hari terus menjelma menjadi gambaran dan cerita yang tak tak sedap dipandang dan didengar. Koq gek gitu ya?
Kejenuhan akibat aksi tawuran ini menjemput tekad kuat warga Lingkungan 37 Gang Alfalah Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan menyatukan kekuatan untuk melabrak pelaku yang coba membandel melakukan aksi tawuran di sekitar lingkungan Alfalah Belawan II.
Komitmen tersebut dikemukakan oleh sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda Lingkungan 37 Alfalah Belawan II dalam sebuah musyawarah dan mufakat warga tetsebut. Ini berlangsung di Mushalla Alfalah depan Masjid Jami’ Belawan, Kamis malam (08/09-2022).
Musyawarah dalam upaya menciptakan situasi kamtibmas terkendali–khususnya–di Lingkungan 37 Belawan ini dihadiri puluhan KK.
Rapat tetsebut membahas tentang upaya menekan aksi tawuran, dan tren kenakalan remaja yang gemar “ngelem” (menghirup lem). Ini dipandu oleh Baginda Masri Tanjung selaku tokoh masyarakat Lingkungan 37 yang juga sebagai wakil sekretaris BKM Jami’ Belawan.
Di tengah puluhan KK warga Lingkungan 37 Alfalah Belawan ini hadir Bhabinkamtibmas Kelurahan Belawan II Pelda Sugianto didampingi Kepling 37 Belawan M. Dahrif, dan seorang prajurit TNI warga di lingkungan.
Dalam musyawarah yang berlangsung humanis dan penuh canda positif itu, peserta rapat dominan menyampaikan keluhan tentang aksi tawuran, kenakalan remaja yang kerap ngelem secara berkelompok dan bebasnya orang orang tak dikenal keluyuran dan menggelar aktivitas yang berpotensi menimbulkan rasa tak nyaman di lingkungan 37 Alfalah.
Dalam upaya melakukan pencegahan terhadap serangkaian aksi tersebut, warga merasa kesulitan, karena sebagian pelaku adalah warga yang bukan berdomisili di lingkungan 37.
Tambahan lagi, ada beberapa orang di antara remaja dari luar lingkungan Alfalah itu, kehadirannya acapkali menyumbangkan ketidaknyamanan dan memicu aksi tawuran.
Menanggapi perkembangan tersebut, bhabinkamtibmas Pelda Sugianto menyarankan kepada warga agar terus meningkatkan kepefulian dan jalin komunikasi secara terintegrasi, sehingga ruang gerak mereka yang ingin melakukan aksi tawuran, ngelem, kuluyuran hingga larut malam bahkan sampai shubuh, ini akan terbatas.
“Tapi Pak, sudah kita tegur dan sekaligus kita larang, namun mereka melawan. Ini gimana lagi cara mengatasinya?” tanya warga lagi.
“Panggil orang tuanya. Buat pernyataan. Kalau tak bisa ditegur, dan dia tetap melakukan aksi yang merampas kenyaman warga di lingkungan. Ini kita beri kasi kepada orang tuanya.”
” Juga bagi warga yang menyaksikan aksi aksi tersebut, baik itu tawuran, ngelem maupun bentuk kekajahatan lainnya, silahkan buat laporan dan dilengkapi dengan barang bukti serta saksi. Ini akan segera kita respons,” sahut bhabin.
Selanjutnya bhabinkabtibmas ini menyarakan kepada Kepling 37 M.Dahrif agar mengaktifkan pos kamling. Dari sini warga bisa menyekat kemungkingan berbagai gerakan yang dapat mengusik kenyamanan di lingkungan, saran pelda Sugianto.
Usir dan suruh pulang
Selanjutnya bhabin tadi menegaskan, kalau sudah jam 24.00 (tengah malam) anak-anak remaja dari luar lingkungan 37 surah pulang. Kalau bandel usir. Juga kepada kalangan orang tua agar terus berperan mengingatkan anaknya agar kembali ke rumah sevelum jam sebelas malam. (ndjung).






