Subulussalam, PRESTASIREFORMASI.Com – Sumber dana rehab kantor Bappeda Kota Subulussalam sampai saat ini belum jelas. Wartawan PRESTASIREFORMASI.Com ingin mengonfirmasi Kepala Bappeda Ali Tumangger, Senin (6 Juni 2022) saat sidang paripurna di Gedung DPRK tetapi dia tidak bersedia alias mengelak.

Entah apa alasan Ali Tumangger mengelak, padahal tujuan wartawan untuk konfirmasi soal sumberdana rehab kantor Bappeda.

Padahal Walikota Subulussalam H.Affan Alfian Bintang tetap mengarahkan seluruh Kepala Dinas untuk melayani wartawan maupun LSM, karena wartawan dan LSM itu adalah mitra pemerintah.

“Jangan alergi terhadap wartawan dan LSM,” demikian Wali Kota selalu mengingatkan bawahannya.

Tetapi kepala Bappeda sepertinya tidak mematuhi arahan amanah Walikota. Sehingga berita rehab dan cat kantor Bappeda yang tak jelas sumber dananya, telah dimuat pada tanggal 16 Mei 2022 yang lalu.

Sesuai dengan Undang-undang no.40 tahun 1999, apabila berita yang dimuat di media jangka lima belas hari tidak ada sanggahan berarti berita yang dimuat di media tersebut sah.

Padahal, lazimnya dana pembangunan maupun rehab fasilitas pemerintah berasal dari uang negara, mengapa sampai saat ini sumbernya tidak diperjelas dan tidak ada keterbukaan?.

Untuk itu, aparat hukum dan instansi terkait agar segera mengaudit dana rehab kantor Bappeda tersebut. Soalnya, pihak kepolisian dan kejaksaan tetap menghimbau untuk bersama-sama membasmi korupsi di kota Subulussalam ini. (h/Alimsyah Sembiring)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *