Ana (8 tahun) terbaring lemah dan kesakitan setelah sekujur tubuhnya terbakar api akibat mancis meledak. Foto (Marjuni)

Tanjab Barat, PRESTASI REFORMASI Com. – Listrik PLN yang kerap padan setiap Maghrib di Desa Pulau Pauh Kecamatan Renah Mendaluh Kabupaten Tanjab Barat Provinsi Jambi, akhirnya makann korban Jumat (23/7/2021) malam saat Maghrib.

Seorang anak berusia 8 tahun bernana Ana terbakar sekujur tubuh nya, saat Magrib ingin menghidupkan lampu teplok dan memasang obat anti nyamuk, tiba tiba mancis yang ia gunakan meledak dan api sekejap memercik ke pakaiannya yang saat itumemakai pakaian kaos berbahan jenis karet.

Api pun lansung membakar baju yang ia pakai berserta tubuhnya ikut terbakar sehingga di bantu ibu korban memadamkan api yang membakar tubuh korban.

Para tetangga pun dengan sigap memberi bantuan turut memadamkan api dan melarikan korban ke rumah sakit Merlung karna para medis yang ada di desa tidak memiliki alat perlengkapan untuk pertolongan terhadap korban.

Warga sekitar menerangkan bahwa lampu PLN di wilayah ini memang setiap Magrib mati juga saat Subuh, sehingga saat masyarakat membutuhkan keperluan solat dan lainnya lampu Cabang Merlung ini selalu padam.

Jadi anak-anaklah yang memasang lampu dan obat anti nyamuk saat orang tua mereka Sholat,. Nasib naas [un menimpa Ana, karena mungkin terlalu lampu menghidupkan mancis menyalakan lampu teplok dan bakar obat nyamuk, sehingga mancis yang terbuat dari plastik panas dan kemudian meledak.

Untuk itu Masyarakat dari berharap kepada pemerintahan setempat khususnya Bupati Tanjung Jabung Barat untuk perhatian dan meminta tanggung jawab terhadap peristiwa yang dialami Ana karena penyebabnya adalah listrik PLN padam. (Marjuni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *