illustrasi

Mimbar Islam, PRESTASIREFORMASI.Com – Puasa Arafah menjanjikan sejumlah keutamaan bagi muslim yang melakukannya. Pahalanya tak tanggung-tanggung, dapat menghapus dosa dua tahun, yakni dosa setahun yang lalu dan dosa setahun yang akan datang.

Puasa Arafah dilaksanakan sebelum perayaan Idul Adha, berarti tahun 2021 ini jatuh pada hari Senin, tanggal 19 Juli 2021 atau 9 Dzulhijjah 1442 pada penanggalan kalender Hijriah.

Bagi para muslm yang memenuhi syarat dan ingin melaksanakan puasa Arafah, berikut bacaan niat dan keutamaan ibadah ini. Tentunya bacaan niat puasa Arafah sangat sederhana dan mudah dihapal.

A. Niat puasa

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala Artinya: “Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta’ala.”

B. Keutamaan puasa Arafah

Bagi para muslim, keutamaan puasa Arafah adalah menghapuskan dosa satu tahun yang lalu. Dalam hadits Rasulullah SAW, puasa Arafah juga menghapus dosa satu tahun yang akan datang. Berikut haditsnya,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim).

Tiap muslim yang mampu dan memenuhi syarat berpuasa, maka dapat melakukan puasa Arafah. Namun puasa ini tidak disunnahkan bagi yang sedang berhaji. Aturan ini dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW,

عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ نَاسًا تَمَارَوْا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ صَائِمٌ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ بِصَائِمٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَشَرِبَهُ

Artinya: “Dari Ummul Fadhl binti Al Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, ‘Beliau berpuasa.’ Sebagian lainnya mengatakan, ‘Beliau tidak berpuasa.’ Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR Bukhari).

Buat kamu yang tidak berhaji, sebaiknya melakukan puasa Arafah. Insya Allah mendapatkan pengampunan dosa dua tahun sekaligus. (h/dtc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *