Pebulu tangkis Jaya Raya, Markis Kido, berbicara kepada media pada konferensi pers Djarum Superliga Badminton 2015 di Denpasar, Bali, Senin (26/1/2015).. (Foto:Kompas)

Tangerang, PRESTASIREFORMASI.Com- Indonesia telah kehilangan seorang pahlawan bulu tangkis , Markis Kido yang meninggal dunia pada Senin (14/6/2021) malam WIB.

Dugaan yang muncul saat ini adalah Markis Kido meninggal dunia karena serangan jantung. Dia sempat jatuh di lapangan ketika bermain bulu tangkis bersama rekan-rekannya di GOR Petrolin, Tangerang.

Mantan pebulu tangkis kelahiran Jakarta 11 Agustus 1984 itu dinyatakan meninggal dunia tidak lama setelah tiba Rumah Sakit Omni Alam Sutera sekitar pukul 19.17 WIB.

Mendengar kabar tersebut, Agung Firman Sampurna selaku Ketua Umum PSSI langsung mengucapkan bela sungkawa.

Agung Firman Sampurna menilai Indonesia kehilangan sosok pahlawan bulu tangkis setelah Markis Kido berpulang.

“Hari ini keluarga besar bulu tangkis Indonesia sangat berduka dengan berpulangnya Markis Kido,” kata Ketua Umum PBSI, Agung Firman Sampurna.

“Markis Kido pahlawan bulu tangkis yang telah berulang kali mengharumkan nama Merah Putih di panggung bulutangkis dunia.” 

“Meninggalnya Kido merupakan sebuah kehilangan besar bagi dunia bulu tangkis Indonesia yang tengah bersiap menghadapi Olimpiade Tokyo,” ucap Agung.

“Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan,” tutur Agung menambahkan.

Menurut Agung Firman Sampurna, Markis Kido layak disebut pahlawan bulu tangkis Indonesia.

Agung Firman Sampurna secara khusus menyerot keberhasilan Markis Kido meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 saat berpasangan dengan Hendra Setiawan.

Atas dasar itu, Agung Firman Sampurna berharap, segala jasa Markis Kido untuk bulu tangkis Indonesia bisa menjadi inspirasi para generasi penerus.

“Dengan prestasi besar seperti juara dunia 2007 di Kuala Lumpur, medali emas Olimpiade Beijing 2008, dan emas Asian Games 2010 Guangzhou bersama Hendra Setiawan, nama Kido begitu harum di pentas dunia,” kata Agung Firman Sampurna.

“Kami keluarga besar bulu tangkis Indonesia dan PBSI ikut berduka cita dan merasa kehilangan besar dengan berpulangnya Markis Kido,” tutur Agung.

“Semoga suri teladan, semangat juang, prestasi besar, dan etos kerja yang telah ditunjukkan Markis Kido selama ini, bisa menginspirasi para pemain-pemain bulutangkis Indonesia untuk mengikuti jejak almarhum,” ucap Agung menambahkan.

Markis Kido meninggalkan seorang istri, Richasari Pawestri, dan juga dua orang putri.

Jenazah Markis Kido saat ini disemayamkan di rumah duka Jalan Gemak B149, RT.003/RW.009, Jaka Setia, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Adapun pemakaman Markis Kido akan dilakukan setelah sang istri, Richasari Pawestri, tiba dari Solo, Jawa Tengah. (h/kcm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *