TSuasana Hearing PT. Saipem dan Pekat Kab.Karimun fi Ruang Rapat DPRD Kabupaten Karimun, Senin (1/3/2021) siang.(Foto: Yuliana)

Karimun, PRESTASIREFORMASI.Com -Pengurus Perkumpulan Anak Tempatan (Pekat) Kabupaten Karimuun diketuai R. Iskamar didampingi Sekjen Pekat Sofyan, beserta Anggota kunjungi DPRD Kabupaten Karimun dalam rangka mediasi dengan PT Saipem terkait lamaran kerja anak tempatan yang kerap kali ditolak, sehingga menimbulkan banyaknya pengangguran.

Padahal para pekerja mayoritas kredibel dan punya jeahlian untuk bekerja. Pekat yang dipimpin R.Iskamar mengupayakan agar dapat melakukan hearing kepada PT. Saipem dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Karimun bersama Disnaker Karimun menjembatani masalah Tenaga kerja anak tempatan, Senin (1 Maret 2021) Pkl. 14.00 Wib.

Hadir pada hearing tersebut Ketua DPRD Moh. Yusuf Sirat, didampingi Komisi I. Hajjah Rohani, dan Komaruddin, Serta Anggota DPRD Karimun Supcon Saipemm dan Sulis .

Hearing tersebut berjalan lancar, terutama membahas tentang banyaknya pengangguran Anak Tempatan yang ada di wilayah Kabupaten Karimun.

Berdasarkan data, jumlah yang sudah mendaftar di Pekat lebih kurang 600 lebih, sementara jumlah yang belum masuk masih dalam proses sehingga diperkirakan keseluruhan Anggota berjumlah 1000 orang Tenaga Pengangguran.

Anggota DPRD Karimun dari Komisi 1 Hajjah Rohani didampingi Ketua \Moh. Yusuf Sirat menyambut baik kehadiran Pengurus Pekat.

Dia mengatakan, bagaimanapun Anak tempatan harus diproritaskan, dan dalam hearing tersebut banyak hal yang dibahas terkait anak tempatan yang sampai saat ini selalu ditolak oleh PT Saipem.

Terkait lamaran kerja ke Perusahaan terbesar di Asia tersebut yang diproritaskan Tenaga Kerja dari Luar sedangkan anak tempatan dipersulit.

Dalam kesempatan ini Kabid Tenaga Kerja Rufindi, sangat mendukung sekali, dan menyambut baik berdirinya Organisasi Pekat, apalagi telah melengkapi persyaratan Akte Notaris, yang ditandatangani Zulkhainen SH, dan juga telah berbadan Hukum dari Kementerian Hukum dan HAM di Jakarta Pusat.

Untuk itu Disnaker sangat mendukung dalam hal menjembatani Projek Perekrutan Anak Tempatan. karena perusahaan ke Saipem yang beroperasi di Kabupaten Karimun.sangatlah dapat membantu anak anak tempatan untuk dipekerjakan.

Dia berharap agar anak Karimun dapat dipekerjakan.

“Tolong dikritisi dengan bijak.” pungkas Rufindi.
Dalam kesempatan dialog dng perwakilan Saipem Bp.Daniel .Ketua Pekat R.Iskamar, yang didampingi Sekjen Sofyan, serta Humas Zulhaji, minta agar anak tempatan diprioritaskan untuk dapat diterima bekerja sesuai skil yang dimiliki, dan berharap transparansi, karena Pekat hanya menjembatani agar anakanak tempatan diperhatikan dan bekerja.

Perwakilan PT Saipem, Daniel saat hearing berlangsung intinya menyambut baik, namun dia menjelaskan saat ini penerimaan pekerja terbatas, sementara para pekerja yang ada sekitar 4621 tenaga kerja, diantaranya 2300 anak tempatan (Karimun).

Dia membenarkan saat ini Saipem masih memerlukan Tenaga Welder.

Daniel membantah informasi di lapangan kalau Saipem menolak lamaran kerja anak tempatan.

Dia juga membantah bahwa tenaga kerja dari luar banyak yang bekerja di perusahaannya, disebutkannya anak Karimun ada sekitar 2300 yang bekerja di dalam perusahaan.

Dengan adanya mediasi ini Daniel berjanji agar dapat bekerja sama dengan Pekat ke depannya silahk hian masukkan lamaran Anak Tempatan, karena saat ini pihaknya membutuhkan Tenaga Piter dan Welder.

Safcon Saipem Bu Sulis yang membidangi Ketenaga kerjaan di Saipem yang juga sebagai Anggota DPRD Karimun dalam paparannya dia berharap agar anak lokal dapat diterima bekerja di Perusaahaan Terbesar Asia tersebut, setidaknya 60% anak lokal harus diprioritaskan.
(Yuliana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *