Tidak ada korban jiwa, 26 orang terluka terdiri dari anak-anak, pria dan wanita karena terpental disebabkan sambaran petir dan sebagian lain menderita luka bakar ringan.

Puluhan peziarah yang disambar petir langsung mendapat perawatan pertolongan pertama di lokasi sebelum dibawa ke paramedis di Kota Barus. (Foto: Zurlang)

Barus, PRESTASI REFORMASI. Com – Puluhan wisatawan dari berbagai daerah yang sedang berkunjung ke Makam Syech Mahmud di puncak Bukit Papan Tinggi Desa Penanggahan, Kec. Barus Utara, Kab. Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, disambar petir, Jumat (1/1-2021) sore.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sejumlah wisatawan yang sedang berada di makam Syech Mahmud yang berada di puncak  bukit dengan ketinggian lebih kurang 120 meter dari permukaan laut (dpl) itu, menderita luka-luka akibat terjatuh dan terkena sambaran petir.

Usman Pasaribu penjaga Makam Papan Tinggi saat dihubungi  mengatakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 15.30 WIB,waktu Asar  saat itu para wisatawan dari berbagai daerah sedang berada di Makam Auliya Syekh Mahmud. 

“Keadaan cuaca tidak sedang turun hujan, hanya mendung, tiba -tiba Petir dengan suara dentuman cukup kuat menyambar pagar yang mengelilingi Makam, para penziarah kita perkirakan kesetrum sambaran petir yang mengenai pagar, petirnya hanya sekali,” terang Usman. 

Dengan bantuan masyarakat setempat para wisatawan yang terkena luka bakar dibawa turun dan ditempatkan di rumah Usman Pasaribu sekaligus mendapatkan perawatan dari para medis.

Begitu kejadian pihak Kepolisian sektor Barus, anggota Koramil 01,Kepala desa Pananggahan serta para anggota Pokdarwis desa Pananggahan Kec Barus Utara turut membantu para korban. 

“Ada sekitar 26 orang menderita luka-luka terdiri dari anak-anak, pria dan wanita karena terpental disebabkan sambaran petir dan sebagian lain menderita luka bakar ringan.

Setelah mendapatkan perawatan para korban sudah kembali kedaerahnya masing -masing sedangkan biaya perawatan ditanggung oleh kepala desa ” ujar Usman Pasaribu. (Zurlang) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *