Akivitas Sosial dan Ekonomi Masyarakat Sangat Terbatas mempengaruhi pendapatan dan kesejahteraan warga di sana!

 

Labura, PRESTASIREFORMASI.Com  – Masyarakat yang bermukim di Desa sei apung Kecamatan kualuh Hilir Kab. Labuhanbatu Utara, provinsi  Sumatera Utara, mengaku telah cukup lama menderita akibat jalan menuju ke desa itu, lebih parah dari kubangan kerbau, terutama jika musim hujan  seperti sepanjang bulan desember 2020 ini.

seperti peristiwa yang direkam melalui kamera video pada hari Sabtu (12 Desember 2020), hujan yang turun sehari sebelumnya, membuat sepanjang jalan yang terbuat dari tanah liat bercampur pasir dan batu kerikil, menjadi lembek dan berlumpur, sehingga sejumlah mobil angkutan, baik mobil pribadi maupun truk amblas cukup dalam hampir separuh badan terperangkap lumpur.

Jika truk sudah terperangkap lumpur, selain menyebabkan akses jalan menjadi terganggu dan barang-barang kebutuhan pokok berupa sembako menjadi terlambat sampai di tujuan.

Mengatasi mobil atau truk yang terperangkap lumpur, warga dan pemilik kenderaan harus mengerahkan beragam cara, sehingga keluar dari kawasan jalan yang lebih parah dari kubangan kerbau.

Masyarakat di Sei Apung sudah beulang kali mengeluhkan penderitaan yang mereka alami karena akses jalan yang buruk dan tidak tersentuh pembangunan. Padahal status jalan ke Desa Sei Apung ini Jalan Kabupaten, bukan jalan desa apalagi jalan provinsi.

Untuk itu, masyarakat di sana mengharapkan anggota legislatif yang mendapat dukungan dari Warga Desa Sei Apung dan duduk di  DPRD Labuhanbatu Utara, berupaya maksimal agar ada alokasi anggaran pembangunan jalan ke kawasan itu.

Buruknya fasilitas jalan sangat mempengaruhi kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat yang bermukim di Desa Sei Apung, karena membatasi warga melakukan beragam transaksi dan trasportasi hasil-hasil bumi dari kawasan itu. (h/Syaiful A.Panjaitan)

LABUPATEN LABUHANBATU UTARA:

    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *