Labura, PRESTASIREFORMASI.Com – Masyarakat petani sawit di kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), provinsi Sumatera Utara, menyampaikan rasa syukur dan sangat tertolong di masa pandemi Covid-19, harga TBS (Tandan Buah Sawit) berada dalam kondisi cenderung stabil berkisar di harga Rp. 1.800 hingga Rp 2.108,06/Kg.

Hasil pantauan Kabiro prestasireformasi.com di Labura, Syaiful Azhar Panjaitan, mengungkapkan dengan harga tersebut, kondisi ekonomi masyarakat, khususnya yang memiliki kebun sawit, menjadi lebih dinamis dan daya beli semakin bergairah.

Harga sawit di tingkat petani di sejumlah daerah di provinsi Sumatera Utara menunjukkan angka yang variatif. Menurut catatan prestasireformasi.com, harga sangat dipengaruhi kualitas TBS baik kandungan inti kelapa maupun usia pohon kelapa sawitnya.

Sebagai illustrasi, harga TBS sejak akhir September hingga 27 Oktober 2020, jika buah dari kelapa sawit berusia 3 tahun dihargai Rp 1.639,72/kg maka buah sawit berusia 10-20 tahun bisa mencapai level harga tertinggi Rp 2.108,06/kg.

Syaiful juga mencatat, harga di beberapa daerah juga sangat variatif. Jika harga terendah buah sawit di Tapanuli Selatan Rp 1.850/kg, sedangkan harga tertinggi di kabupaten Serdang Bedagai mencapai. Rp 1.950/kg.

Salah seorang petani sawit di Labura yang diwawancarai prestasireformasi.com, mengaku cukup puas dengan kondisibharga saat ini, sehingga jika lahan sawitnya 3 ha saja sudah bisa menyisihkan pendapatan Rp 5,5 juta.

Soal harga di level tertinggi mencapai Rp 2.108,06/kg, petani sawit ini mengakui itu benar jika sawitnya dijual langsung ke pabrik. Di kabupaten Labura ini, setidaknya ada10 pabriknkespa sawit (PKS).

“Semoga harga ini bisa bertahan lama di harga tersebut, jika harga melorot sampai Rp 1.500/kg masih termakan, tapi jika sudah di bawah Rp.1.000 baru terkapar,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan dari nara sumber, harga sawit sempat melorot ke level Rp 1.959,19/kg setelah mencetak harga tertinggi tahun ini di level Rp 2.052,95/kg.

Namun, pada pekan akhir Oktober ini harga TBS kembali mencatatkan harga baru. di Sumut tembus Rp 2.108,06/kg. Harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) yang kembali ke level RM 3.000-an/metrik ton menjadi pendongkrak harga TBS sawit di tingkat petani Sumut.

Secara rinci, harga penetapan TBS sawit Provinsi Sumut periode 27 Oktober hingga 3 November 2020 untuk:
Umur 3 tahun Rp 1.639,72/kg
Umur 4 tahun Rp 1.792,46/kg
Umur 5 tahun Rp 1.889,80/kg
Umur 6 tahun Rp 1.942,82/kg
Umur 7 tahun Rp 1.963,10/kg
Umur 8 tahun Rp 2.012,80/kg
Umur 9 tahun Rp 2.053,02/kg
Umur 10-20 tahun Rp 2.108,06/kg
Umur 21 tahun Rp 2.103,/kg
Umur 22 tahun Rp 2.073,36/kg
Umur 23 tahun Rp 2.051,34/kg
Umur 24 tahun Rp 1.978,52/kg
Umur 25 tahun Rp 1.913,32/kg

Sementara harga rata-rata CPO lokal dan ekspor naik menjadi Rp 9.678,57/kg dari sebelumnya Rp 9.387,58/kg. Untuk rata-rata harga kernel menjadi Rp 4.916,50/kg. Sementara faktor K adalah 87,49%.

Kenaikan harga penetapan TBS provinsi juga diikuti harga di tingkat petani. Jika pekan lalu turun ke level Rp 1.700-an, pekan ini harganya kembali naik ke rata-rata Rp 1.800-an/kg. Bahkan sudah ada daerah penghasil sawit yang bisa mendapatkan harga di atas Rp 1.900/kg.

Secara rinci, harga TBS pekan ini di 14 daerah penghasil sawit di Sumut yakni:
1. Langkat Rp 1.860/kg
2. Deli Serdang Rp 1.875/kg
3. Serdang Bedagai Rp 1.950/kg
4. Simalungun Rp 1.890/kg
5. Batubara Rp 1.880/kg
6. Asahan Rp 1.895/kg
7. Labuhanbatu Utara Rp 1.870/kg
8. Labuhanbatu Rp 1.875/kg
9. Labuhanbatu Selatan Rp 1.870/kg
10. Padanglawas Utara Rp 1.865/kg
11. Padanglawas Selatan Rp 1.930/kg
12. Tapanuli Tengah Rp 1.860/kg
13. Mandailing Natal Rp 1.870/kg
14. Tapanuli Selatan Rp 1.850/kg

Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumut, Gus Dalhari Harahap, mengatakan, tiga pekan belakangan harga TBS sawit di petani memang berfluktuasi.

“Tapi harganya masih bisa bertahan di atas Rp 1.700/kg. Ini yang membuat petani tetap optimis harganya bisa di atas Rp 2.000 sebelum akhir tahun,” katanya, Rabu (28/10/2020).

Gus mengatakan, sebelumnya harga tertinggi yang diterima petani masih berkisar Rp 1.800-an/kg. Namun pekan ini sudah ada yang mendekati Rp 2.000, tepatnya Rp 1.950/kg. Karena lebih banyak ditopang harga CPO, petani berharap tidak terjadi penurunan hingga akhir tahun. Dengan begitu, harga TBS akan tetap mencatatkan kenaikan setiap pekan-nya dan bisa di level Rp 2.000-an/kg sebelum akhir tahun.
(h/syaiful/Laburanet)

BERITA TERBARU:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *