Dairi, PRi.Com – Virus Corona yang mematikan dari Cina telah mengguncang dunia, sehingga banyak negara termasuk Indonesia, khususnya Kabupaten Dairi juga menyikapinya dengan serius.

Salah satu bukti keseriusan Pemkab Dairi mencegah virus Corona di wilayahnya adalah, setelah kordinasi dan rapat terbatas beberapa hari lalu, pada hari Kamis (6/2/2020) memastikan para tenaga kerja asing (TKA) PT DPM, salah satu badan usaha yang bekerjasama/patungan antara Indonesia dan China yang berlokasi di kabupaten dairi, mereka tidak terinfeksi virus tersebut.

Sebelumnya, Bupati Dairi cepat tanggap dan melakukan kordinasi rapat terbatas pada Kamis lalu dengan seluruh aparatur dinas kesehatan, kepala puskesmas dan para camat sekabupaten Dairi untuk mengambil langkah-langkah antisipasi.

Bahkan Dr. Eddy Keleng Ate Berutu juga memerintahkan Dinas kesehatan utk mempersiapkan sebuah ruang isolasi di RSUD Sidikalang serta melakukan surveilence ke titik lokasi yang menjadi tempat tinggal para TKA di kabupaten Dairi.

Kemudian ditindak lanjuti dinas Kesehatan Dairi bersama dinas penanaman modal PT SPK dgn cara melakukan identifikasi terhadap jumlah TKI yang ada di DPM.

Sementara diketahui di wilayah kabupaten Dairi berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanaman Modal Perijinan Terpadu satu pintu, terdapat 73 orang TKA yang terdiri dari PT.Focon 21 orang, PT.MCC sebanyak 25 orang, PT DPM 27 orang.

Berdasarkan data tersebut maka dirasa perlu melakukan deteksi dini terhadap corona virus melalui surveilence dan screening kesehatan.
Melalui Pemkab Dairi dalam hal ini melalui Dinas Kesehatana sudah turun ke lapangan untuk survey dan pemeriksaan kesehatan pada tenaga kerja asing (TKA) dan TKI yang berpergian ke negara China serta karyawan yg mau memeriksakan dirinya pada PT Focon sebanyak 35 orang (9 orang TKA dan 26 TKI), PT MCC 19 orang semuanya TKA. Dan hari berikutnya dilanjutkan di PT DPM sebanyak 12 orang.

Dari hasil pemeriksaan klinis dan faktor resiko dari PT. Focon TKA yang mengalami batuk 3 orang dan tidak ditemukan demam, pilek dan nyeri tenggorkan, 11 orang TKI mengalami batuk, 5 orang pilek dan nyeri tenggorkan 2 orang.

Tidak ada ditemukan riwayat perjalan ke china dalam 14 hari terakhir sebelum dilakukan pemeriksaan baik untuk TKA dan TKI. Demikian juga hasil pemeriksaan pada PT MCC tidak ditemukana TKA yang mengalami demam, batuk, pilek dan nyeri tenggorokan, juga riwayat perjalanan ke China atau wilayah terjangkit dalam 14 hari terakhir.

PT DPM hari ini melakukan pemeriksaan kepada 12 orang namun tidak ditemukan adanya indikasi suspek.

Berdasakan pedoman kesiagaan menghadapi infeksi corona virus yang di terbitkan Kementrian Kesehatan utk suspek atau terkontaminasi virus corona terdapat gejala Klinis demam >38•c, batuk, flu, nyeri tenggorokan, peumonia ringan hingga berat, dan adanya kontak dengam negara terjangkit 14 hari sebelum timbul gejala.

Untuk itu berdasakan hasil pemeriksaan klinis dan data kunjungan luar negri pada TKA/TKI diperoleh informasi tidak ditemukan suspek Corona virus (ncov), dibuktikan dengan tidak adanya suhu tubuh TKA/TKI >38•C, ditemukan batuk, pilek, nyeri tenggorokan namun berdasarkan anamnese dokter mengarah kepada ISPA.

Berdasarkan hasil analisis terhadap riwayat perjalanan bahwa tidak ada pekerja yang kontak dengan negara terjangkit dalam 14 hari sebelum dilakukan pemeriksaan.

Namun ditemukan 1 TKA dan 1 TKI yg memiliki riwayat perjalanan ke negara China dalam kurun waktu 17 hr sebelum dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Untuk itu disarankan melakukan pemantauan kesehatan secara rutin meskipun sudah melewati masa inkubasi Corona Virus yang nekerja sama dengan puskesmas terdekat.

Tetapi masyarakat tidak perlu panik, pihak dinas kesehatan dalam hal ini bidang P2P, selalu menyarankan untuk melaksanakan PHBS untuk mencegah penularannya dengan cuci tangan pakai sabun dan menjaga etika batuk, bersin, serta anjuran agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami demam, batuk, pilek dan gangguan pernapasan serta memiliki riwayat perjalanan dengan negara terjangkit dalam waktu 14 hari sebelum timbul gejala. (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *