Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah, Ibadah Sunah Jelang Idul Adha

Suasana wukuf di Padang Arafah (referensi pihak ketiga)

PRi.Com – Sebagian umat muslim tengah melaksanakan ibadah haji dan berkumpul wukuf di padang Arafah.

Pada saat itu ada sejumlah puasa sunah yang diutamakan untuk dilaksanakan bagi umat muslim.

Yakni puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah.

Sementara hari raya Idul Adha akan jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Puasa Tarwiyah sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat muslim.

Keistimewaan puasa Tarwiyah adalah menghapus dosa yang dibuat tahun lalu.

Adapun, niat puasa Tarwiyah sebagai berikut.

نويتُ صومَ تَرْوِيَة سُنّةً لله تعالى

(Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala)

Artinya, “Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

Selain dapat menghapus dosa, puasa Tarwiyah juga memiliki keutamaan dapat memperoleh keberkahan hidup, dan dilipatgandakan amal serta ibadahnya.

Tak hanya itu, puasa Tarwiyah dapat membersihkan diri dari dosa dan kesalahan di masa lalu.

Sementara itu, puasa Arafah yang dilakukan sehari sebelum Idul Adha juga memiliki keutamaan yang sangat istimewa.

Dikutip dari Darunnajah.com, karena pada hari tersebut Allah membanggakan para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah di hadapan para malaikat-Nya.

Olah karena itulah, kaum muslimin yang tidak wukuf di Arafah disyariatkan berpuasa satu hari Arafah ini dengan janji keutamaan yang sangat besar.

Mereka yang melakukan puasa Arafah akan dihapuskan dosa yang telah dilakukannya, satu tahun lalu dan dosa di tahun berikutnya.

Hal ini seperti sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

(Nawaitu shouma ‘arofata sunnatan lillaahi ta’aalaa)

Artinya: “Saya Niat Puasa Sunnah Arafah karena Allah Ta’ala”. (h/sumber: Darunnajah.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: