Tarutung,Prestasireformasi.com- Sebagai perpanjangan tangan pemerintah Bupati Tapanuli Utara (Taput), tekankan agar para Kepala Desa (Kepdes) tetap bekerja efektif dan efisien.

” Saya minta seluruh Kepala Desa mampu mengelola keuangan desa dengan baik dan selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Atasan melalui Perangkat Daerah terkait. Sebagai perpanjangan tangan Pemerintah, para Kepala Desa harus tetap berpikir pada efektifitas dan efisiensi kerja terutama dalam penempatan dan penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tersebut,” tegas Bupati.

Hal ini disampaikan Drs Nikson Nababan, MSi pada Rapat bersama para Ketua Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan se-Taput, bertempat di Ruang Kerja Kantor Bupati, Jalan Letjen Soeprapto No. 1 Tarutung, Jumat (03/04).

Pada pertemuan yang juga dihadiri Sekretaris Daerah Indra Sahat Simaremare, Kepala BPKPAD James Simanjuntak dan Kadis PMD Donni Simamora, Bupati berharap, dikemudian hari tidak ada kendala dalam pengelolaan keuangan desa dan berpesan agar Pos Relawan Desa tidak menelan biaya tinggi.

Dana Desa dan ADD adalah milik desa dan masyarakat, jangan dihamburkan, bijaklah dalam penempatan dan penggunaannya. Gunakan dana tersebut dengan maksimal dan tertib administrasi serta tetap mengacu pada peraturan agar tidak timbul masalah baru.

” Kita tidak tau kapan kondisi pandemi Covid-19 ini berakhir, namun kita harus mampu mengantisipasi dimana gerak pembangunan tetap berjalan, tidak boleh stagnan,” tegas Bupati usai dengar laporan para peserta rapat.

“Saya minta setiap desa seragam mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan, pos relawan desa harus aktif bertugas sesuai SOP dan silahkan mengajak warga dan perantau untuk berperan mendukung relawan desa karena ini merupakan tanggung jawab bersama yang harus dipikul bersama,” tambah Bupati.

Terkait penanganan virus corona, Bupati mengingatkan agar memperhatikan kualitas disinfektan yang seharusnya direkomandisikan oleh Dinas Kesehatan sehingga tidak memberikan dampak negatif yang merugikan.

Beliau menghimbau agar para Ketua APDESI Kecamatan mampu menyampaikan informasi ini kepada seluruh kepala desa.

“Saya percaya para ketua APDESI sebagai perpanjangan tangan Pemerintah akan mampu menyampaikan hasil pertemuan ini kepada teman kepala desa yang lain, apa yang kita instruksikan agar dikerjakan seluruh desa. Sosialisasikan juga kepada masyarakat terutama perangkat desa dan PKK Desa untuk bertanam pangan dan ternak terutama tanaman palawija,” harap Nikson Nababan.

Dikesempatan itu Sekretaris Daerah Indra S Simaremare juga menjelaskan beberapa instruksi dan himbaun serta menjelaskan fase dalam masa penanganan pandemi Covid-19.

“Agar para Kades turut menghimbau perantau tidak mudik, bagi yang sudah sempat pulang wajib di isolasi mandiri selama 14 hari. Pemerintah Desa agar melakukan pemetaan kembali warga miskin dan diverifikasi ulang agar tidak tumpang tindih dan benar-benar layak serta jangan ada efek pilkades,” ujar Sekda.

“Pada tanggal 17 sampai 23 Maret lalu Taput berada pada fase Siaga Darurat, saat ini kita pada fase kedua yaitu Tanggap Darurat hingga 12 April nanti, kita akan melihat perkembangan selanjutnya,” urai Sekda Indra Sahat Simaremare menambahkan.

Diakhir pertemuan, Bupati menyerahkan masker yang merupakan bantuan dari Robert Nyong untuk disalurkan Ketua APDESI kepada para relawan desa.(Jas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *