Medan. PRi. Com — Vandiko Timotius Gultom menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sumut yang digelar di Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol No.18, Medan, Senin (7/4/2026). Kehadiran Bupati Samosir tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah sebagai pemegang saham dalam memperkuat peran bank pembangunan daerah di Sumatera Utara.

Rapat yang dipimpin oleh Bobby Nasution selaku Gubernur Sumatera Utara itu dihadiri para kepala daerah kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Dalam forum tersebut, para pemegang saham sepakat mendorong Bank Sumut untuk naik kelas ke kelompok Bank dengan Modal Inti 2 (KBMI 2).

Kategori KBMI 2 merupakan klasifikasi bank menengah dengan modal inti berkisar Rp6 triliun hingga Rp14 triliun sebagaimana diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini Bank Sumut masih berada pada kategori KBMI 1 dengan modal inti sekitar Rp5,2 triliun, sehingga masih membutuhkan tambahan sekitar Rp800 miliar untuk mencapai ambang batas KBMI 2.

Bobby Nasution menjelaskan bahwa langkah penguatan modal tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan dan daya saing Bank Sumut di tengah dinamika industri perbankan nasional.

“Regulasi OJK menargetkan pada tahun 2029 bank memiliki modal inti minimal Rp6 triliun. Karena itu, sebagai pemegang saham, pemerintah daerah sepakat untuk bersama-sama mengejar target tersebut agar Bank Sumut bisa masuk kategori KBMI 2,” kata Bobby.

Sebagai langkah konkret, para pemegang saham sepakat mengalokasikan kembali 15 persen dividen tahun buku 2025 sebagai tambahan modal pada tahun 2026. Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menyiapkan tambahan penyertaan modal sebesar Rp100 miliar.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan juga telah merencanakan penambahan penyertaan modal sekitar Rp70 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Bobby Nasution juga menekankan pentingnya transformasi bisnis Bank Sumut agar tidak terlalu bergantung pada dana pemerintah daerah maupun aparatur sipil negara (ASN). Ia mendorong manajemen Bank Sumut untuk memperkuat inovasi produk perbankan serta meningkatkan kemampuan dalam menghimpun dana pihak ketiga dari masyarakat.

“Kita berharap Bank Sumut dapat memperluas produk dan layanan yang kompetitif sehingga tidak hanya mengandalkan APBD dan ASN, tetapi juga mampu bersaing dengan perbankan lainnya dalam menghimpun dana masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan dukungannya terhadap langkah strategis peningkatan status Bank Sumut ke KBMI 2. Menurutnya, penguatan permodalan akan memberikan ruang yang lebih luas bagi Bank Sumut untuk meningkatkan kualitas layanan serta memperluas jangkauan layanan keuangan.

Vandiko menilai Bank Sumut memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha dan masyarakat di daerah.

“Penguatan Bank Sumut tentu akan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah, termasuk dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat Kabupaten Samosir,” kata Vandiko.

Rapat umum pemegang saham ini menjadi momentum penting bagi Bank Sumut untuk memperkuat fondasi permodalan serta meningkatkan kapasitas sebagai bank pembangunan daerah yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi di Sumatera Utara. ( dns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *