Samosir, PRi. Com — Pelaksanaan hari pertama syukuran Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir di kawasan Waterfront City Pangururan menuai sorotan setelah jumlah pengunjung terpantau masih minim. Sejumlah stand pelaku usaha kecil menengah (UKM) terlihat lengang, meskipun kegiatan telah dipersiapkan dengan berbagai rangkaian acara hiburan dan pameran.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas kegiatan dalam mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM yang diharapkan memperoleh manfaat langsung dari perayaan daerah tersebut.

Wakil Bupati Samosir Ariston Sidauruk terlihat berkeliling mengunjungi sekitar 25 stand UKM sebagai bentuk dukungan moril kepada para pelaku usaha. Ia menyampaikan bahwa Bupati dijadwalkan hadir pada malam hari serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama meramaikan kegiatan sebagai bentuk kecintaan terhadap daerah.

“Sebagai bentuk kecintaan kita, mari menyuarakan hal-hal yang baik, terutama yang berdampak langsung pada keramaian kegiatan ini. Kepada para pelaku UKM supaya tetap semangat mempromosikan produk. Kita juga menghadirkan hiburan sebagai daya tarik bagi pengunjung dari dalam maupun luar kabupaten,” ujarnya.

Namun di lapangan, sejumlah pelaku usaha mengaku penjualan pada hari pertama belum sesuai harapan. Sebagian pedagang bahkan menyebut biaya persiapan dan logistik yang mereka keluarkan belum sebanding dengan jumlah pengunjung yang datang.

Selain itu, pembawa acara (MC) terdengar berulang kali mengajak masyarakat melalui pengeras suara agar mendatangi stand pameran, menandakan upaya panitia untuk menghidupkan suasana di tengah kondisi yang belum ramai.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demo memasak berbahan dalihan ni horbo (susu kerbau), yang merupakan salah satu potensi produk lokal unggulan Samosir. Meski demikian, perhatian masyarakat tetap tertuju pada tingkat kunjungan yang dinilai belum optimal pada hari pertama.

Situasi ini memunculkan diskusi di kalangan warga mengenai perencanaan kegiatan, strategi promosi, hingga efektivitas penggunaan anggaran publik. Sebab, kegiatan perayaan daerah pada umumnya diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Pemerintah daerah melalui Pemerintah Kabupaten Samosir sebelumnya menyampaikan bahwa perayaan hari jadi menjadi momentum untuk menggerakkan sektor pariwisata dan UMKM. Namun kondisi awal kegiatan yang relatif sepi dinilai menjadi evaluasi penting, terutama dalam hal promosi, waktu pelaksanaan, serta konsep acara agar lebih menarik minat pengunjung.

Masyarakat berharap pada hari berikutnya jumlah pengunjung meningkat sehingga tujuan utama kegiatan untuk mendorong ekonomi lokal dapat tercapai secara nyata. ( Hots)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *