
Beringin/DS, PRi.Com — Pemerintah Desa Karang Anyar, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, menargetkan peningkatan produksi padi hingga sembilan ton per hektare melalui uji coba pola tanam tiga kali setahun yang dilaksanakan Kelompok Tani Gabungan (Gapoktan) Desa Karang Anyar.
Program tersebut ditandai dengan penanaman perdana oleh Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, SS, di Dusun VII, Desa Karang Anyar, Jumat (6/2/2026).
Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo menegaskan, uji coba tersebut merupakan langkah strategis untuk mendongkrak produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Saat ini, rata-rata produksi padi di wilayah tersebut masih berada di kisaran enam hingga tujuh setengah ton per hektare.
“Petani ke depan harus mampu membaca kualitas tanah, kebutuhan tanaman, serta berani menetapkan target produksi. Dari satu hektare sawah kita targetkan bisa sembilan ton gabah. Artinya, peluang peningkatan masih sangat besar,” ujar Lom Lom.
Ia menyebut, dengan produksi rata-rata sekitar tujuh ton per hektare, secara teoritis pendapatan petani dapat mencapai Rp40 juta hingga Rp45 juta per hektare, bergantung harga gabah dan biaya produksi.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, Lom Lom memastikan pihaknya akan terus hadir di tengah petani untuk menyerap aspirasi sekaligus memperbaiki layanan sektor pertanian.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi petani untuk menyampaikan masukan agar program yang dijalankan semakin tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Gapoktan Desa Karang Anyar, Syawal, menjelaskan uji coba tanam padi tiga kali setahun akan berlangsung selama satu tahun penuh.
Program tersebut bertujuan mengetahui respons unsur hara tanah terhadap pola tanam intensif sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa.
“Ini kami lakukan untuk melihat kondisi tanah dan meningkatkan produksi padi masyarakat Karang Anyar,” jelas Syawal.
Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Fraksi Demokrat, Ir. Hj. Anita Lubis. Ia mendorong peningkatan produktivitas dari rata-rata hasil satu ubinan 60–70 kilogram menjadi 70–80 kilogram per ubin pada kondisi lahan optimal.
“Kalau ini konsisten, dampaknya sangat besar bagi ekonomi petani,” ujarnya.
Hj. Anita turut menyoroti potensi beras lokal Deli Serdang, seperti beras susu dan beras organik, yang dinilai memiliki kualitas baik namun masih terkendala pemasaran.
“Beras susu ini jarang ada di daerah lain dan rasanya enak. Dulu juga ada beras organik, tapi terkendala harga dan pemasaran. Ini harus menjadi pekerjaan rumah bersama, termasuk Dinas Koperasi dan instansi terkait,” ungkapnya.
Ia mengajak petani menjaga kekompakan serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah sejalan dengan program Bupati Deli Serdang dalam mewujudkan masyarakat yang sehat secara fisik, lingkungan, dan ekonomi.
“Sehat ekonominya berarti sehat kantongnya. Petani harus guyub dan saling mendukung,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Deli Serdang Elinasari Nasution, SP, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Dr. Hj. Miska Gewasari, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Rahman Saleh Dongoran, SP, Kepala Dinas Kominfostan Sandra Dewi Situmorang, S.STP, Camat Beringin M. Dhani Muliawan, Kepala Desa Karang Anyar Paidi, serta sejumlah pejabat terkait lainnya. h/Misnan






