Liputan Khusus

SAMOSIR, PRi. Com — Kerusakan serius berupa longsor pada Jalan Negara Ring Road Samosir di wilayah Sigarantung, Desa Huta Ginjang, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, hingga kini belum tertangani secara tuntas. Padahal, ruas jalan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Kecamatan Simanindo dengan Kecamatan Onanrunggu serta melayani mobilitas masyarakat di sejumlah desa pada kedua kecamatan.

Dalam liputan khusus wartawan bersama warga Samosir, Boris Situmorang, SH, yang menyatakan dirinya sebagai pengamat jalan negara, mengungkapkan bahwa longsor pada badan jalan tersebut telah terjadi sejak tahun 2024 dan berlangsung hampir dua tahun.

“Sejak 2024 jalan ini sudah mengalami longsor dan sampai sekarang belum ada perbaikan permanen. Kondisi ini jelas mengganggu lalu lintas dan aktivitas masyarakat,” ujar Boris saat ditemui di lokasi, Jumat (6/2/2026).

Menurutnya, kondisi jalan yang longsor tidak hanya menghambat transportasi warga, tetapi juga berdampak pada distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menegaskan bahwa Jalan Negara Ring Road Samosir memiliki fungsi strategis sebagai penghubung antarwilayah, sehingga kerusakan berkepanjangan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan pengguna jalan.

Boris menambahkan, persoalan longsor ini telah lama menjadi perhatian publik dan kerap viral di media sosial Facebook. Berbagai unggahan warga menunjukkan kondisi badan jalan yang terus mengalami pergeseran tanah tanpa penanganan memadai.

“Warga sangat berharap perbaikan segera dilakukan. Jalan ini bukan jalan alternatif, tetapi jalur utama yang menghubungkan dua kecamatan dan desa-desa di sekitarnya,” katanya.

Ia memperkirakan panjang ruas jalan yang terdampak longsor mencapai hampir 100 meter. Oleh karena itu, perbaikan dinilai tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui perencanaan teknis yang matang dan menyeluruh.

Boris juga menekankan pentingnya pengawasan ketat apabila anggaran perbaikan telah disiapkan pemerintah. Menurutnya, seluruh pihak terkait, termasuk masyarakat setempat, harus dilibatkan dalam pengawasan agar pembangunan berjalan sesuai rencana.

“Kalau sudah dianggarkan, pengawasannya harus serius. Jangan sampai pekerjaan hanya bagus di laporan, tetapi di lapangan tidak sesuai,” tegasnya.

Selain itu, ia menyoroti peran konsultan perencana dan konsultan pengawas dalam proyek perbaikan jalan tersebut. Analisis kondisi tanah, termasuk potensi pergeseran dan kelabilan struktur di bawah badan jalan, dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan.

“Konsultan perencana harus benar-benar menganalisis struktur tanah. Konsultan pengawas juga harus rutin turun ke lapangan, bukan hanya memeriksa dokumen,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa pembangunan jalan di kawasan tersebut sebelumnya telah menghabiskan anggaran besar. Tanpa perhitungan teknis yang matang, kata Boris, perbaikan berpotensi kembali gagal dan mengakibatkan pemborosan anggaran.

“Kita tidak ingin pembangunan di sini berulang-ulang tapi hasilnya tidak bertahan lama,” katanya.

Boris berharap pemerintah pusat melalui kementerian terkait dapat bersikap tegas dan selektif dalam menetapkan perusahaan kontraktor yang akan mengerjakan proyek tersebut.

“Pemerintah harus meloloskan perusahaan yang benar-benar andal di bidang konstruksi untuk menangani langsung perbaikan jalan ini,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai jadwal dan teknis perbaikan Jalan Negara Ring Road Samosir di wilayah Sigarantung. ( Hots/dns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *