Samosir. PRi. Com — PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mempertegas perannya dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui penguatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Inisiatif ini diarahkan untuk mendorong pembangunan inklusif dan berkelanjutan, khususnya di kawasan strategis pariwisata nasional Danau Toba.

Langkah Inalum tersebut mencerminkan sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam menjawab tantangan pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga penguatan ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat.

Penyerahan bantuan dihadiri Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama jajaran pemerintah daerah dan pimpinan Inalum, di antaranya Komisaris Independen Hari Soebagijo, Direktur Operasional Ivan Ermisyam, serta Direktur Layanan Strategi Human Capital Benny Alexander Wiwoho.

Kepala Divisi Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Inalum, Susyam Widodo, mengatakan bahwa program yang dijalankan dirancang selaras dengan prioritas pembangunan nasional, termasuk penguatan sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi berbasis lokal, serta pelestarian lingkungan.

“Program ini tidak hanya berorientasi pada bantuan jangka pendek, tetapi diarahkan untuk menciptakan kemandirian masyarakat dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Di bidang pendidikan, Inalum menyalurkan bantuan sarana pembelajaran serta beasiswa bagi mahasiswa berprestasi yang melanjutkan studi ke Institut Teknologi Bandung (ITB). Langkah ini dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia unggul dari daerah.

Pada sektor ekonomi, dukungan diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pelatihan pengolahan komoditas lokal seperti ikan red devil menjadi produk bernilai tambah. Pengembangan homestay dan promosi wisata budaya juga dilakukan untuk memperkuat ekosistem pariwisata berbasis masyarakat di kawasan Danau Toba.

Sementara itu, di sektor lingkungan, Inalum menginisiasi pembangunan rumah kompos, pelatihan pertanian berkelanjutan, serta penanaman pohon sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem di tengah ancaman perubahan iklim.

Sebagai bentuk dukungan terhadap layanan publik, perusahaan juga menyerahkan fasilitas berupa mobil tangki air berkapasitas 4.500 liter, kontainer sampah, becak motor, serta ribuan tempat sampah untuk memperkuat sistem pengelolaan lingkungan di daerah.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menilai program tersebut sejalan dengan kebutuhan daerah, khususnya dalam menghadapi tekanan lingkungan akibat kemarau panjang dan peningkatan aktivitas pariwisata.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting dalam mempercepat pembangunan daerah. Kami berharap program yang dijalankan dapat terus berlanjut dan diperluas,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kawasan Danau Toba sebagai aset strategis nasional yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan ekologis.

Komisaris Independen Inalum, Hari Soebagijo, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan berkelanjutan melalui program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Inalum hadir sebagai bagian dari ekosistem pembangunan nasional. Kami ingin memastikan bahwa setiap intervensi yang dilakukan mampu memberikan manfaat jangka panjang,” katanya.

Program beasiswa yang disalurkan juga menjadi salah satu instrumen penting dalam membuka akses pendidikan. Salah satu penerima manfaat, mahasiswa asal Samosir yang kini menempuh pendidikan di ITB, mengaku bantuan tersebut menjadi faktor penentu dalam melanjutkan studi di tengah keterbatasan ekonomi.

Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah dan sektor industri, program ini diharapkan dapat memperkuat fondasi pembangunan inklusif di kawasan Danau Toba sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan nasional yang berkelanjutan. ( dns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *