
Samosir, PRi.Com — Pemerintah Kabupaten Samosir kian mengakselerasi langkah konkret dalam mendorong peningkatan status SMK Negeri 1 Simanindo menjadi sekolah pariwisata unggulan. Program ini tidak hanya diposisikan sebagai agenda pendidikan, tetapi juga sebagai strategi utama memperkuat daya saing daerah di sektor pariwisata kawasan Danau Toba.
Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk, turun langsung meninjau lokasi rencana pengembangan sekolah di Tuktuk Siadong, Jumat (24/4/2026), guna memastikan kesiapan teknis sekaligus mempercepat tahapan realisasi di lapangan.
Fokus utama saat ini adalah penyediaan lahan sebagai fondasi pengembangan. Pemerintah daerah tengah mematangkan skema pembebasan lahan agar tidak menjadi hambatan dalam pembangunan fasilitas pendukung, seperti laboratorium praktik berbasis industri, ruang pelatihan terpadu, hingga asrama siswa.
“Ini bukan sekadar peningkatan status sekolah, tetapi investasi masa depan Samosir. Kita ingin menciptakan SDM pariwisata yang benar-benar siap pakai dan berdaya saing,” tegas Vandiko.
Dalam dialog terbuka bersama para guru, terungkap bahwa kebutuhan mendesak tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga penguatan kurikulum berbasis industri, peningkatan kompetensi tenaga pengajar, serta kemitraan dengan pelaku usaha pariwisata.
Menjawab hal tersebut, Pemkab Samosir menegaskan komitmen untuk tidak hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur, melainkan juga mendorong sinergi lintas sektor, termasuk dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan dunia industri.
Vandiko bahkan melakukan komunikasi langsung dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara guna memastikan kesinambungan program berjalan tanpa jeda. Ia menekankan pentingnya kepastian waktu pelaksanaan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Kita tidak ingin program ini berjalan lambat. Harus ada kepastian dan percepatan, sehingga hasilnya bisa segera dinikmati,” ujarnya.
Sementara itu, Ariston menilai peningkatan SMKN 1 Simanindo merupakan momentum strategis untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan riil industri pariwisata.
“Kalau SDM kita kuat, maka pariwisata Samosir akan berdiri kokoh. Ini fondasi jangka panjang,” katanya.
Ke depan, SMKN 1 Simanindo diharapkan berkembang menjadi pusat unggulan pendidikan vokasi pariwisata di kawasan Danau Toba, yang tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga mampu melahirkan wirausaha muda di sektor pariwisata.
Langkah ini sekaligus mempertegas arah pembangunan Samosir yang tidak lagi bertumpu semata pada potensi alam, tetapi juga pada kualitas manusianya sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Staf Ahli Bupati Rudi SM Siahaan dan Hut Isasar Simbolon, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir Jhonson Gultom, Sekretaris Dinas Kominfo Agustianto Sitinjak, serta Camat Simanindo Hans R. Sidabutar. ( red)









