Karimun/Kepri, PRESTASIREFORMASI.Com – Polres Karimun, Jum’at (21/10/2022), melaksanakan giat antisipasi peredaran obat sirup yang dilarang pemerintah, karena diduga dapat mengakibatkan gagal ginjal akut.

Kegiatan itu juga berkaitan adanya himbauan Ikatan Dokter Anak Indonesia pada tanggal 19 Oktober 2022 dan Surat Edaran Dinas Kesehatan Prov. Kepri Nomor: 445/5407/DK.4.2/2022 tanggal 20 Oktober 2022 tentang kewajiban penyelidikan epidemilogi dan pelaporan Kasus gangguan ginjal akut atipikal (typical progressive acute kidney injury ) pada anak .

“Polres Karimun dan Polsek jajaran melakukan pengecekan sekaligus himbauan kepada apotek-apotek dan swalayan agar sementara tidak menjual obat dalam bentuk sirup kepada masyarakat,“ ujar Kapolres karimun AKBP Tony Pantano S.I.K.,S.H.

Pangecekan dilakukan sekitar pukul 14.00 Wib sampai dengan selesai di beberapa apotek, toko obat dan swalayan yang berada di wilayah hukum Polres Karimun.

Ada 16 titik yang dilakukan pengecekan yaitu 9 apotik, 3 toko obat dan 5 swalayan petugas kemudian meminta kepada pihak apotek, toko obat dan swalayan untuk sementara tidak menjual obat-obatan dalam bentuk sirup kepada masyarakat sampai adanya pemberitahuan kembali oleh pemerintah.

Untuk selanjutnya Polres Karimun akan bekerjasama dengan intstansi terkait dalam melakukan himbaun lebih lanjut guna mempercepat edukasi dan mencegah terjadinya hal serupa.

Tak hanya sampai di situ, Kapolres Karimun juga menghimbau seluruh Masyarakat Kabupaten Karimun untuk lebih berhati-hati jika orang tua memiliki anak khususnya Balita, jangan memberikan obat cair/sirup secara bebas tanpa adanya resep dokter.

“Semoga dengan adanya himbauan antisipasi peredaran obat sirup yang dilarang dan dipantau Polres Karimun, seluruh Apotek untuk sementara tidak menjual obat secara bebas yang berbentuk cair/sirup untuk menghindari kejadian yang tidak kita inginkan,” tutup AKBP Tony Pantano S.I.K.,S.H. (Irvan. DC.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *