Pacitan, PRESTASIREFORMASI.Com – Dibawah naungan Pengurus Cabang (Pengcab) Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Kabupaten Pacitan, Klub Angkat Besi Bina Satria yang terletak di Desa Sooka Kecamatan Punung terlihat tetap aktif melakukan kegiatan latihan walaupun di masa pandemi covid-19.

Samsuri, SE selaku pelatih sekaligus Pimpinan Klub Angkat Besi Bina Satria Pacitan kepada media ini mengatakan dirinya tetap fokus memberikan pelatihan kepada atlit binaannya walaupun di masa pandemi covid-19.

“Saya tetap fokus memberikan pelatihan kepada atlit walaupun di masa pandemi covid-19,” kata Samsuri, Rabu sore (21/07/2021) di lokasi pelatihan Klub Angkat Besi Bina Satria.

Mereka tetap latihan rutin tiap sore dan bila ada program untuk tanding maka ditambah pagi hari, sedangkan istirahat hari kamis dengan minggu namun tetap diberikan latihan basic,” tambahnya.

Jadi atlit tidak dibolehkan keluar dari lokasi pelatihan untuk menghindari penyebaran virus covid-19, jadi mereka seperti isolasi mandiri (isoman) sekalipun tidak terpapar,” jelasnya lagi.

Ke depan Samsuri memiliki program kepada atlitnya yang berprestasi apabila meraih medali emas di Porprov Jatim akan diberikan kaplingan perumahan/mess tepatnya di samping pusat pelatihan Klub Bina Satria Kecamatan Punung.

Harapannya dengan pemberian reward kepada atlit ini, akan menjadi motivasi atlit untuk lebih giat lagi berlatih meraih kesuksesan di masa depan.

Hal ini diungkapkannya ke media ini karena dirinya ingin memberikan motivasi dan semangat serta penghargaan kepada mereka yang telah berjuang untuk mengharumkan nama Kabupaten. Ditambahkan Ketua Harian KONI Kabupaten Pacitan ini, bahwa pemberian kapling ini sudah disampaikannya dengan Bupati Kabupaten Pacitan sehingga nantinya diharapkan dapat membantu atau mengajukan anggaran biaya pembangunan rumah atlit tersebut kepada pihak legislatif.

Untuk diketahui bahwa atlit yang ada di Klub ini dulunya cukup banyak. Namun masyarakat masih banyak belum memberikan dukungan atau motivasi yang tidak positif sehingga banyak anak yang berhenti di tengah jalan.

Kendalanya memberikan kepercayaan kepada orang tua, warga setempat yang kadang lebih banyak berhubungan dengan mereka serta menyatukan visi misi masih jadi PR nya.

Dijelaskan Samsuri bahwa dari pihak sekolah sudah jalan kerjasama di bidang ekstra kulikuler bahkan ke depan akan ada kerjasama dengan Yayasan Nur Mbah Jonawi yang akan mendirikan Pondok Pesantren di Desa Bliruk Kecamatan Punung nantinya santriwan dan santriwati akan berlatih ekstrakurikuler di bidang olahraga angkat besi khusus ke Klub Angkat Besi Bina Satria.

Adapun atlit yang ada saat ini di kelas 45 kg ada Eca, kelas 49 kg ada dua orang yaitu Luluk dan Resva, di kelas 55 kg ada Amel dan kelas 59 kg ada Khairunnisa. Semuanya ini masih sekolah dan saat ini ada tiga orang yang tinggal di mess sederhana Klub dengan biaya dari Klub Angkat Besi Bina Satria dimana ketiga orang ini difokuskan ikut pada porprov Jatim bulan Juni tahun 2022 mendatang.

Ada satu orang fokus latihan dibawah naungan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) atas nama Resva sebagai Pembinaan dari pusat yaitu Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI dan saat ini dirinya sekolah/SMP di Ragunan Jakarta, namun bertanding tetap mewakili Kabupaten Pacitan,” pungkas Syamsuri yang juga sudah lama lulus Diploma III kepelatihan khusus angkat besi.

Sedangkan dua orang atlit lainnya sekolah masih dibiayai oleh orang tuanya, jadi saat latihan datang ke pusat pelatihan Klub.

Terakhir Samsuri menjelaskan prestasi yang sudah diperoleh atlitnya yaitu Medali Emas Popnas tahun 2019 atas nama Luluk dan di Kejuaraan Dunia Virtual tahun 2020 Luluk berada di Peringkat 6 untuk kelas 49 kg. Dan saat ini Luluk dan 1 temannya masuk Pembinaan PPLP Provinsi Jatim,” tutup Samsuri. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *