Kasubbag Humas Polres Tapteng AKP Horas Gurning bersama DH, tersangka pencabulan terhadap anak tiri dan menggugurkan janin secara paksa.

Tapteng, PRESTASIREFORMASI.Com – Bapak tri yang satu ini, inisial DH (35 tahun), bisa dikategorikan biadab dan sadis. Setelah mencabuli anak hingga hamil, untuk menutup perbuatan bejatnya perut anak diurut hingga janin dipaksa keluar sampai kepala dan badan terpisah lalu membuangnya ke paret.

Peristiwa tragis ini terjadi di Dusun I Aek Lobu Desa Mela I Kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) provinsi Sumatera Utara.

Kasubbag Humas Polres Tapteng AKP Horas Gurning, mengungkapkan kronolgis perbuatan bapak mencabuli anak tirinya itu, berawal pada bulan Nopember 2020 sekira pukul 24.00 wib.

Sesuai pengakuan korban berinisial ARZ (13 tahun), seorang pelajar di Tapteng, malam itu bapak tirinya DH merayunya untuk melakukan persetubuhan.

Tentu saja perempuan muda itu menolak. Namun pelaku yang sudah dikuasai nafsu tetap memaksa dan berusaha menanggalkan pakaian dalam ARH.

Karena terus menolak, DH mengeluarkan ancanan akan meninggalkan Dia, Ibu dan adiknya tanpa ada yang membiayainya.

Akhirnya dengan terpaksa dan hati remuk lelaki itu dengan leluasa merenggut mahkota kegadisan ARH.

Perbuatan persetubuhan terhadap korban berikutnya, tersangka tidak lagi mengeluarkan kata-kata ancaman, namun tetap secara paksa menarik celana korban hingga lepas dan disetubuhi.

Perbuatan cabul tersebut sudah dilakukan Tersangka (DH) terhadap korban ARZ sebanyak sepuluh kali.

Dan akibat perbuatan tersangka tersebut, korban ARZ hamil dan pada waktu itu korban sudah hamil dua bulan karena perutnya agak membesar Dia pun memberitahu kepada tersangka (DH).

Mengetahui korban telah hamil, selanjutnya Tersangka mengatakan kepada korban ARZ “Gugurkanlah itu”,

Korban yang dengan polos bertanya, “Bagaimana caranya?” Tersangka mengatakan dengan cara diurut dan karena takut malu korban pun mengiyakannya.

Tersangka DH telah bertekad untuk menggugurkan janin hasil perbuatan bejatnya.

Tepatnya pada hari Rabu (31 Maret 2021) pkl 22.00 Wib di dalam rumahnya, DH membawa ARZ ke dapur rumah dan membaringkannya, kemudian lelaki itu langsung mengurut bagian perut ARZ ke arah bawah sekuat tenaga sampai setelah janin bayi keluar dengan posisi bagian kaki dahulu.

DH langsung menarik bagian kaki sehingga bagian badan terputus,  sedangkan bagian kepala tertinggal  di dalam rahim. Setelah itu bapak tiri ARH itu pergi keluar rumah dengan membawa  badan orok/janin bayi  tanpa kepala dan membungkusnya menggunakan kain warna putih dan membuangnya ke parit di depan rumah.

Sekitar satu jam kemudian DH pulang ke rumahnya dan kembali mengurut perut ARZ. Bahkan dia memasukkan tangannya ke alat kelamin ARZ dan mengoreknya hingga berhasil mengeluarkan kepala orok bersama dengan ari-nya dan menanamnya tanpa ada yang tahu, di belakang rumah orang tuanya.

Namun, ibarat kata pepatah “Sepandai-pandai ya menimpan bangkai bakal tercium juga”. Pada Hari Kamis (1 April 2021) sekitar pukul 13.00 wib, warga menemukan adanya janin di parit yang tidak jauh dari rumah tersangka DH dan melaporkannya ke pihak Polsek Kolang.

Atas perintah Kapolsek Kolang AKP Muhammad Tahir, SH, personil melakukan penyelidikan dan dari hasil penyelidikan terungkap bahwa janin yang ditemukan di Desa Mela tersebut hasil perbuatan cabul yang dilakukan DH kepada korban ARZ yang merupakan anak tirinya.

Selanjutnya DH diringkus personil Polsek Kolang dan  dilimpahkan ke Sat Reskrim Polres Tapteng guna proses penyidikan lebih lanjut sedangkan ARH adalah korban yang masih berstatus anak di bawah umur..

Dari hasil pemeriksaan tersangka (DH) membenarkan bahwa janin yang ditemukan di dalam parit adalah hasil perbuatan cabul terhadap anak tirinya, kemudian digugurkan dengan cara mengurut perut korban secara paksa hingga janin keluar.

Kini kasus perbuatan cabul terhadap anak tirinya yang masih di bawah umur sedang diproses sampai berketetapan hukum melalui sidang di pengadilan dan hakim menjatuhkan vonis hukum yang berat dan berefek jera. (Yasiduhu M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *