Illustrasi Pilkada di Labura memprihatinkan. (hps)

Warga Apatis atau KPU Kurang Sosialisasi?

Catatan: Saiful Azhar Panjaitan

Labura, PRESTASIREFORMASI.Com – Tingkat kesadaran pemilih yang ada di kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) cukup memprihatinkan. Berkisar 21.3 % warga tidak menggunakan hak pilihnya. Fakta itu terungkap setelah Komisioner pemilihan umum(KPU) mengumumkan hasil pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Labura pada hari Rabu (15/12/2020) .

Sehingga muncul dua dugaan besarnya persentase warga tidak memilih calon pemimpinnya 5 tahun mendatang.

Pertama, warga sudah apatis karena beranggapan siapapun terpilih akan merasakan nasib yang sama seperti pembangunan infra struktur ke daerahnya kurang memadai sehingga transportasi untuk mengangkut hasil pertaniandan perkebunan tidak maksimal, akibatnya kesejahteraan tidak terdongkrak.

Kedua, minim dan terbatasnya sosialisasi maupun informasi dari KPU Kabupaten Labura, juga mungkin penyebab warga tidak termotivasi dan bergairah untuk menggunakan hak pilihnya.

Berdasarkan data yang diungkapkan KPU Kabupaten Labura, suara yang sah masuk ke KPU kabupaten Labuhan batu Utara hanya sekitar 185.449 suara dari 235.779. Sehingga 50.330 orang di antaranya tidak menggunakan hak pilihnya atau mencapai sekitar 21.3%.

Jumlah 235.779 pemilih tetap kabupaten Labuhanbatu Utara ini sesuai dengan berita acara penetapan daftar pemilih pada Jumat (16/10/2020) lalu.

Ini memperlihatkan jelas bahwa kesadaran masyarakat yang ada di Labura untuk menyalurkan aspirasi politiknya cukup rendah. Apakah sosialisasi KPU Labura yang tidak menjangkau seluruh pemilih atau memang masyarakat sudah apatis, menganggap siapa pun terpilih sama saja.

Sesuai dengan pengumuman KPU Labura, perolehan masing masing pasangan calon sebagai berikut:

  1. Darno & Haris Muda Siregar,MM dengan perolehan suara 25.071 suara.
  2. Drs. H. Ali Tambunan& Raja Panusunan Rambe,SE dengan perolehan suara 43.872 suara.
    3.H.Ahmad Rizal Munthe,SH& H.Aripay Tambunan ,MM dengan perolehan 18.569 suara.
  3. Hendri Yanto Sitorus, SE&H.Samsul Tanjung ST,MH dengan perolehan 83.806 suara.
    5.Drs.H. Dwi Prantara&Drs.Edi Sampurna,Msi dengan perolehan 15.181 suara.

Melihat suara yang sah masuk ke KPU kabupaten Labuhanbatu Utara hanya sekitar 185.449 suara.

Padahal sesuai dengan berita acara penetapan daftar pemilih tetap tanggal 16/10/2020 pada pemilihan bupati dan wakil bupati kabupaten Labuhanbatu Utara tahun 2020 adalah sebanyak 235.779 daftar pemilih tetap.

Dengan total rincian pemilih laki laki sebanyak 118.666 orang, sedangkan pemilih perempuan sebanyak 117.113 orang. Pemilih tersebut tersebar di 90 desa dan kelurahan serta di 900 Tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di kabupaten labuhan batu Utara.

Sesuai dengan rapat pleno terbuka KPU (15/10/2020) daftar pemilih tetap kabupaten labuhan batu Utara di aula grand hotel Aek Kanopan dapat di lihat lebih rinci lagi sebagai berikut:

-Kecamatan kualuh hulu dengan 13 desa dan kelurahan ada 180 TPS dengan jumlah pemilih 45.343 orang.
_Kecamatan kualuh Selatan dengan 12 desa dan kelurahan ada 159 TPS dengan jumlah pemilih 42.882 orang.

  • kecamatan NA lX-X dengan 13 desa dan kelurahan ada 132 TPS dengan jumlah pemilih 34.256 orang.
  • Kecamatan Merbau dengan18 desa dan kelurahan ada 104 TPS dengan jumlah pemilih 28.441 orang.
  • Kecamatan Aek Natas dengan12 desa dan kelurahan ada 83 TPS dengan jumlah pemilih 23.389 orang.
  • Kecamatan kualuh hilir dengan 7 desa dan kelurahan ada 86 TPS dengan jumlah pemilih 21.603 orang.
  • Kecamatan kualuh leidong dengan 7 desa dan kelurahan ada 75 TPS dengan jumlah pemilih 20.762 orang.
  • Kecamatan Aek Kuo dengan 8 desa dan kelurahan ada 81 TPS dengan jumlah pemilih 19.103 orang.

BERITA LABUHANBATU:

Dari delapan kecamatan yang ada di kabupaten Labuhanbatu Utara tingkat ketidak hadiran masyarakat dalam memenuhi aspirasi politiknya hampir mencapai 21.3 persen.

Hal ini mungkin terjadi akibat masyarakat sudah muak dengan janji politik visi dan misi namun kenyataannya kebohongan. Buktinya, sebagian kawasan penduduk yang ada di kabupaten labuhanbatu Utara masih banyak daerah yang hampir tidak bisa dilalui kenderaan melalui jalan darat, harus menggunakan angkutan air berupa boat.

Padahal anggaran kabupaten Labuhanbatu Utara sudah cukup fantastis dengan anggaran Rp. 1,2 triliun lebih.

Untuk itu, masyarakat di Labura sangat berharap, semoga kedepannya pemimpin yang terpilih bang Hendri Yanto Sitorus dan bang Samsul dapat memenuhi janji janji politiknya di delapan kecamatan yang ada di Labura ini. (h/syaiful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *