BACA JUGA: Istri Saksikan Suami Diterkam Buaya di Labura

Sabtu, Jam 14;30 WIB

Labura, PRESTASIREFORMASI.Com – Jasad Ponidi (45 tahun), warga desa Simangalam dusun Tanjung Alam Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), akhirnya Minggu (1 Agustus 2020), ditemukan warga tidak jauh dari pohon sawit, lokasi terakhir ketika lelaki itu mendodos buahnya, Minggu (26/7/2020) lalu.

Sebelumnya, Pemkab Labura telah mendatangkan Tim SAR dari Tanjungbalai, didukung BNPB Labura, melakukan pencarian di sekitar lokasi Ponidi diterkam buaya.

Selama tiga hari berturut-turut menyusuri kawasan Parit Cina yang terendam air dan Sungai Simangalam, namun tak menemukan jejak.

Bahkan sampai mendatangkan pawang buaya. Sehingga pencarian pun dihentikan. Namun, akhirnya jasad Ponidi ditemukan warga yang sedang melintas di kawasan perkebunan sawit rakyat itu.

Kondisi jenazah cukup memprihatinkan, selain tidak utuh karena tak ada lagi kepala, juga sekujur tubuhnya membengkak dan menebar bau, bahkan tercabik-cabik di sana-sini bekas gigitan buaya berukuran besar itu.

Wartawan PRESTASIREFORMASI.Com yang tiba di lokasi, melaporkan pertama kali yang menemukan jasad Ponidi adalah warga setempat, menyebut pada pukul 10.30 WIB jelang siang, Dia melihat tubuh lelaki itu mengambang berkisar 150 meter dari lokasi kejadian.

Warga tersebut pun segera bergegas memberitahu warga lainnya, dan sekitar pukul 12.25 WIB, Mereka mengevakuasi jasa Ponidi ke Desa tempat dia tinggal dan beberapa saat kemudian langsung menguburkannya.

Jasad Ponidi yang lima hari dicari tak ditemukan, akhirnya Sabtu (1 Agustus 2020) ditemukan warga dan dievakuasi dari lokasi Paret Cina Kualuh Selatan Labura.

Sungai Simangalam Banyak Buayanya

Sungai Simangalam di Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara (Sumut), cukup dikenal masyarakat setempat sebagai sungai yang banyak ikan, namun juga dihuni sejumlah Buaya yang besar yang agresif dan ganas.

Di sungai Siumangalam itu sudah beberapa kali terjadi insiden diterkam buaya. Peristiwa sebelumnya, di tahun lalu, seorang warga diterkam buaya saat sedang memancing ikan di Sungai Simangalam, Minggu (8/9/2019) lalu.

“Warga kami yang diserang buaya itu bernama Misran. Korban mengalami luka robek perut, dada, punggung dan lainnya. Korban dilarikan ke rumah sakit,” ujar Kepala Desa Simangalam A Marpaung seperti dilansir dari beritasatu.com.

Marpaung mengatakan, Misran hendak dimangsa buaya saat sedang berada di atas sampan. Saat itu, Misran sedang memancing ikan di sungai Simangalam dan tidak menyadari ada buaya yang mendekat.

“Tiba-tiba buaya ukuran besar menyerang. Misran sangat terkejut dan sampan terbalik. Misran langsung berenang menuju pinggiran sungai. Buaya kemudian menerkam dan melukai sekujur tubuhnya,” kata Marpaung.

Misran kemudian menjerit minta pertolongan warga yang saat itu ada di pinggiran sungai. Dengan menggunakan kayu panjang, warga memukuli badan buaya. Sebagian lagi melempar batu ke arah buaya.

Dalam kondisi berlumuran darah, Misran langsung dievakuasi dari sungai. Dia dilarikan ke Rumah Sakit Labuhanbatu. Kejadian itu menimbulkan kehebohan di tengah warga sekitar.

Bahkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut), pada Kamis (12/9/2019) lalu, telah menyaksikan kemunculan dua buaya dewasa sepanjang tiga meter di Sungai Simangalam di Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara (Sumut). (h/Saiful)

Jasad Ponidi yang sudah tidak utuh akhirnyaditemukan dan langsung dikuburkan di pemakaman umum. (Foto: Siaful)

BACA PERISTIWA LAINNYA:

1 Komentar

  1. BODOH AMAT MANUSIA NYA, KATA BUAYA GILA. LEBIH BODOH LAGI KOK APARAT NYA TIDAK SEGERA TEMBAK BUAYA YANG PALING BESAR???!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *