Jakarta, PRESTASIREFORMASI.COM – – Koruptor yang cukup lama buronan dan akhirnya tertangkap, Djoko Tjandra, kini ditahan di Rutan Cabang Salemba Mabes Polri.

Bareskrim Polri telah menyerahkan narapidana kasus cessie alias pengalihan hak tagih Bank Bali itu kepada Kejaksaan Agung, pada Jumat malam (31/7/2029)

Acara penyerahan dilakukan di Gedung Bareskrim Polri, tepat pada pukul 21.00 WIB. Dihadiri oleh Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, Dirjen Pemasyarakatan Reinhard Silitonga dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Ali Mukartono.

Suasana penyerahan Djoko Tjandra dari Bareskrim Polri ke Kejaksaan Agung. (Sumber Foto: mediaindonesia.comi  

“Sesuai batas waktu 1 x 24 jam, kami harus menyerahkan Djoko Tjandra kepada Kejaksaan Agung,” kata Listyo.

Setelah proses penyerahan, untuk sementara Djoko Tjandra akan mendekam di Rutan Cabang Salemba Mabes Polri.

Listyo menjelaskan, langkah ini diambil untuk memudahkan Polri melakukan pemeriksaan terkait kasus pelarian Djoko Tjandra, yang melibatkan sejumlah aparat penegak hukum.

Selain itu, Polri juga tengah mendalami adanya dugaaan aliran dana dari Djoko Tjandra. Serta untuk kepentingan pemeriksaan lain yang terkait.

Dalam kasus Djoko Tjandra, Polri telah menetapkan Brigjen Prasetijo Utomo sebagai tersangka karena diduga membantu pelarian dengan menerbitkan surat jalan dan membantu pembuatan surat kesehatan.

Prasetijo kini telah mendapat sanksi, berupa pencopotan dari jabatannya sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri untuk keperluan pemeriksaan.

Selain dugaan tindak pidana, Prasetijo juga diduga melanggar disiplin dan kode etik.

Dua petinggi Polri lainnya telah dimutasi karena diduga melanggar kode etik perihal polemik red notice untuk Djoko Tjandra. Mereka adalah Kepala Divisi Hubungan International Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Nugroho Slamet Wibowo.

Di luar instansi Polri, ada nama Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan, Pinangki Sirna Malasari yang juga terlilit dalam kasus Djoko Tjandra.

Pinangki dicopot dari jabatannya, pasca fotonya bersama Djoko Tjandra viral di media sosial.

Foto viral itu diduga diambil pada tahun 2019. Sementara, Djoko Tjandra sudah menjadi buronan Kejaksaan Agung Sejak tahun 2009.

Pinangki dinilai telah melanggar disiplin, karena pergi ke luar negeri sebanyak 9 kali selama tahun 2019 tanpa izin tertulis pimpinan. Salah satunya,  bertemu dengan Djoko Tjandra. (h/berbagai sumber))

BACA JUGA:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *