Jambu Biji Alternatif Cegah Virus Corona

TIPS/KESEHATAN, prestasireformasi.com – Di tengah-tengah situasi kepanikan menghadapi virus Corona, beragam cara dilakukan banyak orang untuk mencegahnya. Mulai dari antisipasi berdiam diri di rumah hingga mengonsumsi rempah-rempah seperti jahe merah, kunyit, temu lawak untuk dijadikan jamu.

Ternyata, selain rempah itu ada makanan/minuman yang sudah diteliti memiliki khasiat cegah virus Corona (Covid-19), itulah Jambu Biji.

Pandemi corona membuat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) mencoba untuk melakukan penelitian. Pengembangan penelitian yang dilakukan oleh kedua universitas itu dipilih terhadap jambu biji sebagai kandidat potensial pencegahan virus dengan nama lain COVID-19 itu.

Penelitian tersebut menggunakan metode bioinformatika dengan memanfaatkan basis data milik Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI. Dengan total basis data sebanyak 1.377 senyawa, senyawa herbal dalam jambu biji dipetakan dan dikonfirmasi menggunakkan metode pemodelan molekuler untuk dievaluasi aktivitas anti virusnya.

Dekan FK UI, Ari Fahrial Syam mengungkapkan bahwa dalam jambu biji terdapat senyawa seperti hesperidia, rhamnetin, kaempferol, kuersetin dan myricetin. Senyawa yang cukup lengkap itu dianggap mampu menangkal penyebaran virus COVID-19.

“Dari riset bioinformatika, kandungan dalam jambu biji mampu mencegah atau paling tidak mengurangi virus tersebut,” kata Ari dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/3/2020).

Hasil penelitian itu telah disampaikan dalam “Seminar dan Workshop Eksplorasi Bahan Herbal Kandidat Potensial Antivirus Corona: Analisis Big Data dan In Silico” yang diselenggarakan pada 3-5 Maret 2020 di Fakultas Kedokteran UI.


Pihaknya akan mempersiapkan hasil penelitian tersebut untuk publikasi internasional sembari mencari dukungan dari industri farmasi untuk memproduksi dalam skala besar.

Ari menegaskan jika hasil penelitian itu membutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui komponen yang tepat untuk pengobatan COVID-19 serta membutuhkan percobaan penelitian ke binatang dan manusia.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) seperti mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker bagi yang sakit untuk mencegah penularan virus corona. (h/tjc))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: